ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kini sedang bersolek dengan banyak pembangunan saranan dan prasaranan infrastruktur dalam upaya mempermudah akses lalu lintas bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian.

Adapun wilayah pembangunan jalan yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Rokan Hilir yaitu di kawasan pesisir. Sebab daerah itu masih identik masyarakat yang berada ekonomi lemah. Maka dari itu pemerintah sedang fokus melakukan pembangunan.

Apa lagi mayoritas masyarakat di daerah pesisir untuk mencukupi kebutuhan hidup dari hasil perkebunan, pertaninan dan kelautan, namun tingkat kesejahteraan masyarakat juga tidak kunjung membaik.

Salah satu faktornya karena infrastruktur publik yang masih buruk, baik dalam hal infrastruktur jalan, penerangan, listrik, air bersih, pendidikan dan kesehatan. Untuk itu pembangunan lintas pesisir tesebut solusi untuk menutupi kemiskinan.

Program pembangunan jalan sendiri sudah masuk dalam program kerja kepemimpinan Bupati Rokan Hilir H Suyatno dan Wakil Bupati Rokan Hilir Drs H Djamiludin selama lima tahun dan akan diwujudkan pada 2016 hingga 2021 mendatang.

Tentunya ini sesuai dengan Visi dan Misi "Terwujudnya Rohil Sebagai Kawasan Industri Guna Menuju Masyarakat Madani dan Mandiri yang Sejahtera". Visi pembangunan tersebut harus dapat diukur untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesejahteraan.

Peningkatan jalan lintas Bagansiapiapi-Sinaboi kembali dilakukan, kali ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui dana Anggaran Pedapatan Belanja Daerah (APBD) Riau. Peningkatan jalan berupa pelebaran sepanjang 1 meter dikiri kanan serta penimbunan sangat di syukuri masyarakat setempat.

Dari pantauan di lapangan, pengerjaan lintas ini mulai dilakukan sejak dua bulan terakhir, beberapa titik tampak pekerja menurap parit supaya tanah timbunan dan kerikil tidak terbuang serta lebih membuat timbunan menjadi kokoh.

Ia menilai memang layak kalau pemerintah provinsi yang mengerjakan pembangunan jalan lintas dari Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko menuju Kecamatan Sinaboi ini. Sebab, jalan ini merupakan jalan lintas.

“Satu hal yang sangat kami harapkan dari pemerintah provinsi selain peningkatan jalan ini kami sangat mengharapkan jalan lintas Sinaboi-Dumai ini bisa terwujud. Sebab, dengan tembusnya jalan ini di yakini ekonomi masyarakat Bagansiapiapi dan Sinaboi akan jauh lebih meningkat,” sebutnya.

Pemkab Rohil akunya sudah berbuat banyak untuk mewujudkan pembangunan jalan ini, namun belum dapat terealisasi akibat jalan tembus Sinaboi-Dumai ini terbentur lahan PT Diamond.

“Untuk mewujudkanya pembangunan Rohil tentunya tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada campur tangan dan bantuan dari pemerintah provinsi. Jika pemprov riau mau bersama berjuang dengan pemkab rohil, maka dirinya meyakini hal ini pasti akan terwujud,” pungkasnya.

Dalam berbagai kesempatan, orang nomor wahid di Rokan Hilir, Suyatno menjelaskan bahwa ada 10 program yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan.

Pertama, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan, energi listrik, kesedian air bersih, sanitasi lingkungan serta transportasi; Kedua, pembangunan pendidikan; Ketiga, pengembangan kawasan industri terpadu dan iklim investasi daerah.

Ke empat, reformasi birokrasi; Kelima, peningkatan dan pengembangan prasarana wilayah; Keenam, penataan dan lingkungan hidup; Ketujuh, pengembangan kawasan agropolitan, minapolitan dan teknologi.

Kedelapan, penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan sosial melalui perluasan kesempatan kerja dan pembangunan kemandirian desa; Kesembilan, pembangunan dan pengembangan pertanian, perikanan perkebunan dan perternakan dan terakhir yakni pengembangan kawasan wisata.

Mengingat kondisi alam Kabupaten Rokan Hilir yang unik dengan bentang alam landai, lahan gambut serta memiliki banyak pulau pulau kecil, maka pembangunan infrastruktur jalan harus ada keterpaduan antara penambahan ruas jalan.

Menurutnya, penambahan ruas mutlak dibutuhkan untuk membuka keterisoliran daerah serta sarana penghubung antara daerah baik sebagai sarana mobilitasi orang maupun mobilisasi barang dalam aktifitas sosial ekonomi.

"Dengan membaiknya fasilitas infrastruktur khususnya jalan, jembatan, pelabuhan maka diharapkan cost transportasi dalam aktifitas ekonomi masyarakat dapat diteken melalui pemeratan pembangunan antara satu kawasan dengan kawasan lainnya," ujarnya.

Dikatakan Suyatno, selain peningkatan kuantitatif juga akan diprioritaskan peningkatan kualitatif meliputi pemeliharaan peningkatan status jalan dan jembatan untuk menjamin terselenggaranya program. 

"Pembangunan ini kedepan akan diterapkan satu sistem informasi jalan yang berbasis geografis untuk masyarakat sebagai sarana dalam berperan aktif menginformasikan kondisi jalan kepada Pemerintah Rokan Hilir," ujarnya. 

Disamping itu, kemajuan suatu daerah juga dapat diukur dari kemampuan daya saing. Berdaya saing disini adalah bahwa Kabupaten Rokan Hilir menjadi kabupaten yang diperhitungkan di Provinsi Riau.

"Baik dari segi kualitas pemerintahan, tingkat kesejahteraan, pemerataan, pelayanan, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dan kawasan Industrinya. Maka hal inilah yang akan segera kita wujudkan untuk dapat bersaing kedepannya," ucapnya.

Selanjutnya, untuk mewujudkan cita-cita sesuai dengan visi, maka misi pembangunan daerah Kabupaten Rokan Hilir adalah memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

"Kemudian kita akan mengelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, memajukan sektor pertanian, industru dan jasa," beber Suyatno. 

Kemudian, memperkuat sumber daya alam manusia yang berkualitas dan meningkatkan derajat kesehatan masayarakat. Serta, mewujudkan pemerintahan yang handal, bersih dan berwibawa dalam memantapkan pembangunan masyarakat yang berbudaya melayu berlandaskan iman dan taqwa.(adv-roi11)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.