ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman didampingi Bupati Rokan Hilir H Suyatno restocking atau penebaran benih Ikan Baung sebanyak 58.000 di Sungai Rokan dan Pulau Tilan, Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (21/8/2017)

Gubri Arsyadjuliandi Rahman mengaku bangga bisa hadir bersilaturrahmi dengan masyarakat Kepenghuluan Rantau Bais.

http://www.beritarohil.com/
“Insya Allah kita doakan benih Baung ini akan bisa membantu masyarakat disekitar kepenghuluan ini. Sekurang-kurangnya tiga tahun lagi kedepan sudah bisa panen,” ujar Arsyadjuliandi Rahman.

Ia menjelaskan bahwa di Provinsi Riau terdapat empat sungai besar, yakni Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Siak dan Sungai Indragiri.

"Provinsi Riau ada empat sungai besar dan 800 lebih anak sungai di Riau, karena menebar benih, mudah-mudahan potensi ekonomi masyarakat akan terbangun lagi di sungai ini," tuturnya

Dia menilai bahwa sungai di Riau banyak manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya untuk transportasi ke hulu maupun ke hilir, tapi lebih daripada itu yang teristimewanya lagi sungai-sungai di Riau ini adalah banyak pusat kebudayaan pusat pengembangan agama dan jalur lintas wisata

“Ini terbukti di sekitar Sungai Rokan ini sudah bisa kita hitung tempat-tempat kegiatan keagamaan maupun peninggalan sejarah cukup banyak, mulai dari hulu sampai ke hilir. Inilah keistimewaan yang ada di Riau ini sebagai modal lintas investasi kunjungan wisata yang perlu dijaga terkhusus Sungai Rokan ini ,” sebut pria yang akrab di sapa Andi ini.

Melalui penebaran benih ikan ini, ia mengajak kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga sungai tersebut agar tetap terawat dan bersih banyak dikunjungan wisata dari luar.

“Jangan seperti sungai-sungai yang ada di provinsi-provinsi lain. Karena walau bagaimana pun Insya Allah ini akan menambah tempat kehidupan, masyarakat numpang hidup di sungai ini,” tuturnya.

Pada kesempatan dipenghujung acara juga dilakukan penyerahan santunan klaim asuransi dan Kartu Asuransi Nelayan (KAN) senilai Rp160.000.000.

http://www.beritarohil.com/
Selain itu dilakukann penyerahan bingkisan kepada 70 orang Khalifah alim ulama yang berasal di sekitar Sungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. 

Tim Keamanan kelokasi destinasi mengawasi lintas aliran air laut Pulau Jemur dikecamatan Pasir limau kapas (Palika) dalam operasi pengawasan orang Asing (Timpora ) patroli operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur hingga keperbatasan selat melaka selalu terjaga dan kondusif.

Patroli gabungan timpora guna mendeteksi pulau-pulau terdepan diindonesia mencegah dari terjadi masuknya warga negara asing melanggar ketentuan hukum khususnya perairan Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir menyebutkan timpora melakukan kegiatan operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur perbatasan selat Melaka Malaysia.

Operasi Intansi Vertikal pihak Imigrasi Bagansiapiapi kegiatan berjalan aman dan kondusif lokasi disterilkan Keliling lintas air Perairan pulau jemur Pulau Tokong, Pulau Batu mandi, pulau kecil-kecil yang merupakan kawasan pulau arwah aset Rokan Hilir Provinsi Riau.

Bahkan patroli dilakukan oleh Timpora hingga keperbatasan perairan RI dan selat melaka malaysia.Selain misi pengawasan, Timpora juga melakukan kegiatan pelepasan 71 ekor Tukik (anak penyu, red) di Pantai Pulau Jemur Pulau Arwah.

Operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Rokan Hilir melakukan patroli di Perairan Pulau Jemur, Patroli itu untuk mendeteksi pulau terdepan Indonesia tersebut dari masuknya warga negara asing (WNA) keindonesia maupun hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Dikatakan Bupati H Suyatno bahwa laporan sudah terima operasi yang tim pihak Kantor Imigrasi Bagansiapiapi semua berjalan aman dan kondusif. Perjalanan dimulai sejak pagi hari dan tiba menjelang makan siang dan kembali bertolak ke Bagansiapiapi pada sore hari.

http://www.beritarohil.com/
Pengawasan dilakukan dengan berkeliling di Pulau Jemur, Pulau Tukong Mas dan Pulau Batu Mandi serta pulau-pulau kecil lainnya yang merupakan bagian dari Kepulauan Aruah. Bahkan sampai ke Perbatasan antara RI-Malaysia di Selat Malaka. 

"Kita apresiasi Timpora yang turun bersama pihak instansi terkait juga pihak pemda Rohil," kata Bupati.

Selain misi pengawasan juga tim diarahkan untuk melepaskan Tukik (Anak Penyu) secara serentak sekitar 71 ekor yang merupakan hasil penangkaran yang dilakukan di Pulau Jemur oleh Pihak Dinas Perikanan bersama Pos-Al dan Navigasi serta pihak Kepenghuluan Pulau Jemur, Kecamatan Palika, Rohil.

Habitat Penyu Hijau yang merupakan hewan langka dan dilindungi menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah daerah untuk melindungi agar habitatnya tidak punah.

"Sekarang ini tak benarkan lagi mengkonsumsi maupun menjual Telur Penyu, bahkan kita sudah pasang spanduk raksasa di Pulau Jemur lengkap dengan Undang-Undang serta sanksi yang akan diberikan apabila melanggar," tegas Sekda.

Saat ini Pemkab rohil melalui BUMD PD Sarana Pembangunan untuk mengajak masyarakat berwisata ke Pulau Jemur, bahkan sudah ada kapal khusus yang didatangkan dari Batam bolak-balik Bagansiapiapi menuju pulau jemur.

"Semoga dengan banyaknya yang datang baik berwisata maupun patroli yang dilakukan secara perlahan bisa mengetuk hati pemerintah pusat untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana Wisata Bahari kita yakni Pulau Jemur yang kita cintai ini ," harapnya.(roi11)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.