ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Terkait dengan adanya imbauan dari Jenderal TNI Gatot untuk setia daerah memutar kembali film G30S/PKI, Pemkab Rohil melalui Bupati Suyatno menyebutkan akan mendukung keputusan dari pemerintah pusat tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Menurutnya, sangat penting bagi generasi muda untuk mengetahui kebenaran sejarah terutama berkaitan dengan proses merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, yang salah satunya melalui pemutaran film tersebut.

"Saya pikir itu sudah sikap pemerintah, dan Panglima TNI sudah menyampaikan. Saya pikir generasi muda wajib tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudah kemerdekaan," ujarnya, Kamis (28/09/17).



http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Sementara itu, hal sama juga diungkapkan oleh Dandim 0321/Rohil Bambang Sukisworo yang mana akan melibatkan Pemkab Rohil untuk melaksanakan nonton bareng film G30S/PKI.

“Jadi kita laksanakan nonton bareng pemutaran film 30s/PKI, sekilas kembali yang tujuanya adalah mengenang sejarah yang pernah terjadi di Negara kita. Harus diketahui jasa-jasa para pahlawan yang terdahului kita dan jangan pernah sampai terjadi peristiwa sejarah terulang kembali lagi,”ucap Dandim 0321/Rohil Letkol Arh Bambang Sukisworo.

Dandim menegaskan penayangan film 30s/PKI setidaknya masyarakat dapat mengetahui sejarah kelam bangsa indonesia atas pemberontakan yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Kemudian paham-paham komunis yang bertentangan dengan pancasila, itu hendaknya tidak berkembang sesuai dengan ediologi pancasila yang telah ditegakkan.

“Film Inilah sejarah pernah terjadi yang kita saksikan bersama-sama, itu sangat penting para generasi muda mengetahui bahwa bangsa negara indonesia pernah terjadinya peristiwa penghianatan G30s/PKI. Dengan memberikan pengetahuan ini supaya generasi muda sadar akan bahaya paham komunis yang pernah berkembang di Indonesia,” ujarnya

Dandim menjelaskan pemutaran film yang diputar berdurasi relatif pendek, karena sebagian adegan yang dinilai mengandung unsur kekerasan tidak ditayangkan. film ini dinilai penting untuk menambah pengetahuan sejarah sekaligus mengingatkan generasi muda.

"Untuk Kodim kita akan laksanakan dan termasuk di kampung juga yang kita lakukan juga dengan pendataan," sebut Bambang.

Ditambahkannya, 'sesuai dengan jadwal pemutaran film G30s/PKI yang ditayangkan nonton bareng ini malam dimulai di Kecamatan Bangko, Tanah Putih, Bagan Batu, pada 27 September itu di Sekolah Tinggi Agama lslam (STAI) Aridho, dan Pondok Pesantren di Kecamatan Kubu, dilakukan hingga puncaknya pada 30 september 2017 nanti,” tandas Bambang.(adv-roi09)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.