BERITA RIAU, ROKAN HILIR - Sistem absensi digital sidik jari (finger print) aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan dievaluasi. Absensi ini diberlakukan sejak 4 Januari 2016 lalu dengan sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohul
Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekdakab) Rohil, Drs H Surya Arfan MSi di Bagansiapiapi, beberapa waktu lalu, Minggu (17/01/2016). Menurutnya, 500 unit finger print dipasang di setiap Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD), kantor camat dan puskesmas.

"Kita akan segera melakukan evaluasi bagaimana perkembangan tingkat kehadiran ASN maupun honorer. Hasil absensi ini akan dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan langkah pemberian sanksi. Jika masih ada yang bekerja tidak disiplin maka bersiaplah mendapatkan sanksi," ungkap Surya Arfan.

Surya Arfan mengingatkan seluruh aparatur mulai dari staf hingga pimpinan SKPD untuk tidak main-main dengan absensi digital ini. Karena semua aturan akan diterapkan sesuai Peraturan Bupati (Perbub) beserta sanksinya.


"Untuk sementara ini memang masih belum ada laporan ASN maupun honorer yang absen. Tapi kita tetap terus mengingatkan bahwa absensi digital itu penting sebagai pertimbangan kami memberikan sanksi," tegas Surya.

Terkait masih ada aparatur yang nongkrong di warung dan kedai kopi saat jam kerja, Surya Arfan masih memberikan kelonggaran. Diakuinya, aparatur masih butuh makan dan minum.

"Kita tidak melarang aparatur mendatangi rumah makan atau kedai kopi saat jam kantor. Dengan catatan jangan berlama-lama di kedai kopi dan segera kembali bekerja," pungkasnya.(roi01)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.