ROKAN HILIR, SINABOI - Untuk menumbuhkembangkan ekonomi ummat di wilayah Rokan Hilir, Bupati Rokan Hilir,  H Suyatno meresmikan Mini Market Kitamart, Selasa (11/9/2018) di Bagansiapiapi. Pada kesempatan itu, Suyatno mengatakan bahwa pembukaan Kitamart jatuh pada hari bersejarah Ummat Islam yaitu tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah.

"Saya mau tanya sama pengurus, kenapa mini market ini namanya Kitamart. Kenapa tidak diberi nama Rohilmart, tolong nanti didiskusikan lagi. Misalnya orang bertanya, di mana belanja? di Rohilmart, itu maksud saya. Tapi semuanya itu saya serahkan kepada  pengurus setuju atau tidak, terserah saja," katanya memberikan masukan dan saran," kata Suyatno disela-sela peresmian Kitamart.

Dijelaskannya, ini merupakan apresiasi dan kebanggaan bagi putra-putri Rohil yang berani membuka Kitamart dengan modal yang mungkin tanpa pamrih dengan niat memajukan negeri ini dengan membuka Kitamart. Pembukaan Kitamart ini, merupakan yang perdana di bulan  Muharram ini.

Harapnya, Kitamart tidak hanya berdiri di sini saja, bila perlu di Bagan Batu, dan kecamatan lainnya juga dibuka. Dengan adanya gerai seperti ini, dapat menampung tenaga kerja, dan juga dapat menambah pendapatan masyarakat. Karena, menurut laporan panitia, pemegang saham perorang minimal Rp500 ribu.

"Kitamart pada saat waktu masuk sholat itu tutup, dan dibuka lagi sekitar 15 atau 20 menit usai waktu masuk sholat. Kitamart ini tidak menjual rokok. Karena itu saya bangga ada Kitamart di Rohil," ujar Suyatno.

"Sekali lagi kepada pengurus Kitamart, kita harapkan jangan berhenti di sini, Kitamart dapat berkembang terus di mana-mana. Saya melihat, sudah cukup lumayan isi di dalam Kitamart. Sudah seperti Alfamart, jadi tidak kalah saingan dengan yang lain. 

Saya yakin dan percaya, dengan diresmikannya gerai Kitamart ini, pengurus akan terus menciptakan etos kerja, kemampuan-kemampuan manajerial, dan koordinasi juga harus ditingkatkan pasca diresmikan. Karena Kitamart ini perdana, jadi saya harapkan berkembang lebih baik lagi. Saya minta masyarakat bersama-sama menjaga gerai ini," harap Suyatno.

Sementara itu, Dewan Pengawas Koperasi Syariah Berkah Mandiri Kitamart, H Wazirwan Yunus S Sos MSi menyebutkan, Kitamart berdiri atas kemauan semua anggota. Diakuinya, ada beberapa kecamatan telah memohon membuka Kitamart, yakni di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kubu, Ujung Tanjug, Kecamatan Tanah Putih, dan Tanah Merah, Kecamatan Rimba Melintang, Panipahan, dan Kecamatan Pasir Limau Kapas.

"KitaMart terpusat secara nasional di Jakarta kemudian dibuka di daerah lainnya. Jadi untuk saat ini, Kitamart sudah ada di Riau, seperti Pekanbaru, Duri, Dumai, dan Bagansiapiapi. Nanti seluruh kabupaten akan menyebar Kitamart dalam rangka kita membangkitkan ekonomi umat," terangnya. (adv13)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Bupati Rokan Hilir, Suyatno, AMp memberikan apresiasi kepada Badan Pertanahan Nasional yang sudah bertungkus lumus mendata tanah yang ada di seluruh Kabupaten Rokan Hilir sehingga tidak terdapat lagi tumpang tindih lahan. Menurutnya, apa yang sudah tercapai selama ini harus selalu ditingkatkan.

"Atas nama Pemkab, saya mengucapkan terimakasih Pak Rocky dan seluruh jajaran yang telah membuat terobosan. Beliau di Bagan Sinembah untuk melakukan pendataan tanah, perorangan maupun perusahaan," kata Bupati Rohil Suyatno.

"Selama pendataan, semua berjalan dengan lancar, aman tertib sehingga tanah yang ada bisa diketahui siapa pemiliknya, tak ada lagi data doubel atau tumpang tindih," kata Bupati Suyatno ketika menjadi pembina dalam peringatan hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2018 yang diperingati Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rohil berpusat di depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil, Senin (24/9/2018) di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Ia mengharapkan apa yang telah dicapai di salah satu Kepenghuluan di Kecamatan Bagan Sinembah itu dapat terus ditingkatkan dan diperluas ke daerah lain sehingga seluruh Kecamatan atau wilayah Rohil terdata areal tanah/bidang yang ada.

Bupati Rohil Suyatno yang membacakan pidato sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, menyebutkan dengan momen tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif ikut dalam menyukseskan program terkait dengan tata ruang.
"Sukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dimana jumlah bidang tanah yang diteragetkan mencapai 126 juta bidang dan diharapkan tercapai pada 2025 seluruh bidang tanah telah terdata," kata Bupati Rohil H. Suyatno.

Pendataan terhadap seluruh bidang tanah terus dengan berbagai upaya percepatan, langkah itu didukung optimalisasi penggunaan teknologi terkini sesuai dengan yang ada di Kementerian. Disamping itu penting pembangunan infrastruktur guna mendukung produktifitas yang berdaya saing nasional. "Dukungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota sangat menentukan suksesnya kegiatan tersebut," baca Bupati Rohil.

Pada kesempatan itu Bupati Rohil H. Suyatno secara terang-terangan memberikan pujian kepada Kepala BPN Rohil HM Rocky Soenoko yang dinilai berprestasi dan memiliki komunikasi yang baik dengan Pemkab.

Peringatan tersebut mengambil tema peringatan hari Agraria, Tanah dan Ruang untuk Keadilan dan Kemakmuran, diikuti jajaran Kepala Dinas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Rohil, Kepala BPN Rohil HM Rocky Soenoko, Kajari Rohil Gaos Wicaksono, SH. MH, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Didik Efendi, Sekdakab Drs. H. Surya Arfan, M.Si, dan jajaran Forkopimda. Para pegawai lingkup Dinas Rohil serta pegawai kantor BPN Rohil.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya yang diberikan kepada salah satu pegawai dengan masa bakti 10 tahun, penghargaan tersebut sebelumnya langsung ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo. (adv13)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Bupati Rohil Suyatno terpilih, dan ditunjuk sebagai Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Kejuangan 45 Kabupaten Rokan Hilir. 

Penunjukan H. Suyatno sebagai ketua DHC Kejuangan 45 Rohil itu berdasarkan surat keputusan (SK) DHC Kejuangan 45 Provinsi Riau Nomor/02/Skep/I/2018  tanggal 22 Januari 2018 yang lalu.
Agar segera dilantik, DHC Kejuangan 45 Rohil menggelar rapat persiapan pelantikan. Rapat dipimpin secara langsung oleh H. Suyatno Bupati Rohil, Selasa-(11/09/2018) di mes Pemda Rohil Jalan Perwira Bagansiapiapi.

Hadir dalam rapat persiapan pelantikan itu, Asisten, Muzzakar ,AMp, para pengurus DHC Kejuangan 45 Rohil diantaranya Darmi Haludin, H. Wan Muktar, H. Tatang Hartono, H. Marzuki, Darwin Murin, Andi Bustam, Indra Putrayana, Edi Subroto, H. Yan Faisal, dan pengurus lainnya.

Hasil rapat, Pelantikan DHC Kejuangan 45 Rohil di rencanakan pada tanggal 16 September 2018 mendatang yang akan dilantik oleh  ketua DHC Kejuangan 45 Provinsi Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman.

Hal ini disampaikan wakil ketua DHC Kejuangan 45 Rohil, Darmi Haludin, usai menggelar rapat, Selasa-(11/09/18) di mes pemda Rohil.

"Malam ini kami menggelar rapat dalam rangka pelantikan DHC Kejuangan 45 Rokan Hilir yang direncanakan pada tanggal 16 septenber 2018," kata Darmi.

Ia menjelaskan, untuk saat ini pihaknya sedang menyiapkan berbagai kelengkapan pelantikan, seperti kelengkapan seragam, mendata siapa saja yang akan diundang untuk menghadiri acara pelantikan.

"DHC Kejuangan 45 Rohil rencananya akan diantik oleh ketua Provinsi Riau, Bapak H. Arsyad Juliandi Rachman. kami akan undang Peteran, Pepabri, OKP, Ormas para siswa tingkat SLTA," ujar dia.(adv13)

ROKAN HILIR, TANAH PUTIH - Perkebunan di Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Wilayah perkebunan yang sangat luas di Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu faktor pendorong tingginya produktifitas komoditas perkebunan. Produktifitas perkebunan yang ada di Kabupaten Rohil terdiri dari komoditas kelapa sawit, Kelapa, Karet, Kopi, Pinang dan Cokelat.

Karet merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi tanaman perkebunan unggulan. Perkebunan karet di Rokan Hilir memiliki potensi luasan yang cukup tinggi dan tersebar di seluruh Kecamatan.

Karet yang dihasilkan oleh Rokan Hilir menurut masyarakat dijual ke Pekanbaru dan Sumatera Utara. Hal ini dikarenakan Rokan Hilir belum memiliki pabrik pengolahan karet sendiri. Harapan masyarakat adalah pemerintah kabupaten Rokan Hilir dapat mendirikan pabrik pengolahan karet, sehingga pemasaran tidak terlalu jauh dan dapat meminimalisir biaya transportasi. Selain itu produksi karet setengah jadi (ojol) di Rokan hilir juga tergolong tinggi. Informasi dari masyarakat di daerah Tanah Putih menyebutkan bahwa produksi ojol dapat mencapai 200 ton/minggu, untuk wilayah lain bisa mencapai 500-1000 ton/minggu.

Komoditas unggulan lainnya di Rokan Hilir yaitu Kelapa merupakan tanaman yang mempunyai fungsi ekonomis tinggi. Hal ini disebabkan semua bagian tanaman kelapa apabila diolah lebih lanjut dapat dijual. Mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya dapat dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Sebagai contoh adalah manfaat ekonomis dari bagian buah kelapa. Buah kelapa dapat diolah menjadi kopra, minyak kelapa, bahan makanan dan virgin coconut oil (VCO). Saat ini VCO merupakan produk yang sedang digemari di pasaran.

Wilayah yang memiliki perkebunan kelapa terluas berada di wilayah kepulauan dan berpantai sehingga banyak didominasi oleh tanaman kelapa. Untuk daerah dengan luasan dan produksi kebun kelapa paling rendah adalah pada Kecamatan Bagan Sinembah dan Simpang Kanan. Sebagian besar penjualan untuk kelapa berupa buah dan kelapa cukil atau kopra. Pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan potensi kelapa yang ada di Rokan Hilir. Pendidikan dan pelatihan serta mencari pasar untuk hasil olahan kelapa sangat diperlukan.

“Untuk komoditas Kelapa Sawit, yang menjadi tanaman primadona perkebunan saat ini. Sawit merupakan produk unggulan perkebunan yang paling banyak diminati oleh masyarakat Riau. Begitu juga di Kabupaten Rokan Hilir, masyarakat lebih memilih bertanam sawit dibandingkan dengan padi atau jenis tanaman lainnya,” sebut Bupati Rohil, Suyatno.

Dalam menjaga kualitas sawit di Rohil, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Melalui Dinas Perkebunan Rohil  menyerahkan bantuan 50 liter Racun(pestisida) merek Decis kepada dua kelompok Tani, yaitu kelompok tani maju bersama dan kelompok Tani Matahari kahuripan, yang berasal dari Kecamatan Simpang Kanan dan kecamatan Bagan Sinembah di Raya, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati melalui Kepala Dinas Perkebunan Syahril S.Sos.

Syahril menyatakan bahwa dirinya cukup prihatin atas hama ulat api yang menyerang tanaman kelapa sawit milik warga, agar hama ulat tersebut tidak merambah untuk itu pihaknya harus melakukan penyemprotan dengan menggunakan racun hama. Dia juga menyebutkan bahwa bantuan ini adalah  merupakan bantuan tahap awal yang diberikan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau kepada para petani yang tanaman kelapa sawitnya diserang ulat api.

"Ini baru tahap pertama kami serahkan untuk Perbaungan dan Bagan Sinembah Timur dan bantuan ini gratis, satu sen tidak kami pungut biaya, petani jangan segan menyampaikan permasalahan yang dihadapi terkait permasalahan pada tanaman perkebunan sawit yang sedang dihadapi. Bapak-bapak jangan segan kalau ada permasalahan maka silahkan laporkan kepada kami agar segera ditindak lanjuti karena tujuan kami ini tidak lain tidak bukan adalah untuk kesejahteraan pada petani," ucapnya.

Syahril menambahkan, agar penyerahan bantuan tidak terhalang oleh aturan ia menyarankan kepada kepada para kelompok Tani untuk membuatkan legalitas yang jelas. "Sekali lagi tolong kelompok Tani yang ada di Rohil buat suatu badan hukum, buat akta notaris jadi kalau ada bantuan mudah untuk disalurkan," jelasnya.

Syahril juga tak lupa menyampaikan apresiasi para pengurus kelompok Tani yang hadir. "Kepada Bapak yang hadir terima kasih sudah jauh-jauh datang kemari, pergunakanlah ini dengan baik kalau ada apa-apa lapor pak Tomy, atau bila perlu langsung laporkan langsung kepada saya. Lain kali Pak Tomy kalau ada bantuan seperti ini langsung saja diserahkan ke lapangan biar kita tahu kondisi riil di lapangan," ujarnya.(adv12)

ROKAN HILIR, TANAH PUTIH - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau akan meningkatkan sarana dan prasarana Pulau Tilan yang terletak di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih untuk dijadikan sebagai Objek Wisata andalan di negeri julukan Seribu Kubah.‎

"Memang Pulau Tilan selain bentuknya unik dan asri, namun juga merupakan salah satu objek wisata yang memukau masyarakat Rohil, hanya saja saat ini belum dipoles dengan maksimal sehingga tahun depan diharapkan sudah dijadikan kawasan wisata," kata Sekdakab Rohil H. Surya Arfan, Kamis.

Menurutnya, keunikan di Pulau Tilan adalah memiliki air yang tenang dan tidak pernah surut serta terjaga keasriannya.

"Ada sekitar lima buah Gazebo (tempat istirahat) yang di bangun pemda dan kedepan fasilitas lainnya akan ditingkatkan lagi," ujarnya.

Selain itu, hamparan rumput yang menghijau di Pulau Tilan itu juga ada ratusan ekor sapi yang dijadikan tempat beternak oleh kelompok tani setempat.

"Jadi kelompok tani di wilayah itu minta kandang sapi maupun kerbau, dan sudah kita sampaikan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil," sebut Surya.

Di Pulau Tilan ini juga ada sebuah pohon Loban yang sangat besar dan diperkirakan umurnya sudah ratusan tahun, bahkan masyarakat setempat berinisiatif membuat tangga agar bisa naik dan melihat panorama dari atas.

"Memang kemarin saya pernah naik ke pohon itu yang tingginya sekitar 20 meter, kalau ditata Pulau ini tentunya lebih menarik," kata Sekda.

Ia meyakini Pulau Tilan di Rohil memiliki potensi wisata yang menjanjikan, apalagi sudah dikenal luas oleh masyarakat Propinsi Riau.

"Kalau pulau ini sudah jadi, maka akan banyak yang datang terutama warga Dumai dan Duri berdekatan dengan pulau tersebut, inilah yang sedang kita pikirkan agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal," jelasnya.

Untuk mendorong ekonomi masyarakat, katanya di pulau ini juga bisa dijadikan tempat berjualan, apalagi Pulau Tilan memiliki luas sekitar 5000 Km yang dibatasi oleh sungai rokan.

"Pulau Tilan terbentuk alami, jadi ini sebuah keasrian daerah kita, namun dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, Kehutanan, Pertanian dan Peternakan dan lebih lagi Dinas Pariwisata bisa membuat program untuk masyarakat sesuai dengan harapan pak Bupati," pesannya.

Untuk akes, tambah dia Pemkab Rohil masih memikirkan tentang Jembatan Gantung, sehingga akses menuju Pulau tersebut bisa cepat dan tentunya mempermudah wisatawan yang akan datang.

"Idealnya harus ada jembatan gantung untuk menuju ke lokasi, paling tidak panjangnya sekitar 100 meter lebih," ujarnya mengakhiri. (adv12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Kabupaten Rokan Hilir juga memiliki objek wisata alam yang menggiurkan. Beragam budaya dan objek wisata tersebut ternyata menjadi tujuan menarik bagi wisatawan dan investor, seperti lokasi rekreasi keluarga di Perkantoran Batu Enam di pinggir Sungai Rokan, Pulau Pedamaran, Pulau Jemur, Pulau Tilan, Danau Napangga dan Objek wisata Bono Rokan.

Selain itu, adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya. "Kita juga memiliki situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainya yang menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat Ikan Arwana serta Komunitas suku aslinya," sebut Bupati.

Terus bertambahnya jumlah obyek wisata itu tidak terlepas peran Pemerintah Daerah yang terus membenahi pembangunan dibidang kepariwisataan. Semua itu tentu bertujuan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah agar lebih signifikan lagi. Seperti halnya peningkatan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpangan antar laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya.

"Pentingnya pelabuhan ini dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Jemur dan daerah lain," kata H Suyatno.

Penyelenggara Wisata Pulau Jemur and Rantau Bais Village, Amriyadi Bahar mengatakan, untuk wisata petualangan, beberapa lokasi penyajian nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di Sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya.

Selain itu, Pulau Jemur dan Kampung Bahari Rantau Bais juga menjadi obyek tujuan wisatawan luar. Pihaknya ternyata kebanjiran peserta wisatawan yang siap bakal dipandu.

Sejalan dengan pengembagan objek wisata, Bupati Rohil H Suyatno juga memiliki program besar dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Rohil. Salah satu program prioritas adalah Pembangunan yang rencananya dijadikan lokasi wisata lokal.

Sedangkan lokasi wisata lokal yang sudah masuk dalam perencanaan tersebut adalah di Pulau Pedamaran, lokasinya tepat berada di tengah yang dihubungkan oleh kedua jembatan. Pemandangan indah di hilir laut nantinya dapat dinikmati masyarakat sebagai objek wisata bahari dan kepulauan. kemudian Pulau Jemur dan Pulau Tilan. Saat ini juga dibuka Objek Wisata di Kota Bagansiapiapi, Parit Bepak.

"Apabila semua wisata tersebut dikembangkan, dipastikan akan banyak wisatawan yang berkunjung di Rohil, kemudian para investor akan tertarik untuk berinvestasi di Rohil," jelas Suyatno lagi.

Suyatno yakin, objek wisata Pulau Jemur, Pulau Tilan dan Parit Bepak diminati masyarakat banyak, terutama pendatang yang berkunjung melihat keindahan alam. Terlepas dari semua itu, pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan lagi.

Suyatno juga berpendapat lokasi Pulau Pedamaran sangat strategis dijadikan objek wisata andalan. Mencapai lokasi Pedamaran dapat ditempuh dengan melintasi Jembatan Pedamaran I dan II. Menurutnya, pulau yang memiliki luas 2.500 hektar tersebut, belum berpenghuni atau pemukiman penduduk. Dengan adanya jembatan, dan jalan lintas pesisir tersebut, Pulau Pedamaran letaknya menjadi sangat strategis.

"Bukan itu saja, Pulau Pedamaran juga bakal kita kembangkan sebagai tempat wisata utama di Rohil, disamping Pulau Tilan dan Pulau Jemur yang saat ini kita kembangkan," tambahnya.

Memacu laju potensi kepariwisataan tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Seni Pemuda dan Olahraga membuat program kampanye Sadar Wisata pada 2017 yang intinya mengiatkan wisata sebagai bagian untuk memberi manfaat kesejahteraan bagi Rakyat. 

Selain itu, kampanye sadar wisata dari Kementerian Budaya Pariwisata RI telah dicanangkan beberapa waktu lalu. Kenyataan yang ada, terdapat obyek pariwisata yang cukup banyak tersebar di setiap kecamatan se Kabupaten Rohil.

Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan rencana kajian penggunaan jalur kereta gantung sebagai akses  transportasi menuju ke lokasi Pulau Jemur. Fokus kegiatan pengembangan objek wisata andalan daerah. Sejalan dengan rencana persiapan tiga jalur transportasi, seperti darat, laut dan udara melalui kereta gantung.

"Kalau memang memungkinkan menggunakan akses kereta gantung menuju Pulau Jemur. Titiknya dimulai dari Bagansiapiapi ke Pulau Jemur. Dan ini masih dalam tahap kajian penelitian," terang Bupati

Lebih lanjut, Kabupaten Rohil banyak memiliki objek wisata andalan daerah, seperti objek wisata tiang bubu di perairan Sungai Rokan, Wisata Bono di Sungai Rokan, wisata bouting di Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih dan wisata pemandian air panas di Desa Tangga, Kecamatan Pujud, Parit Bepak di Kecamatan Bangko dan Pulau Jemur di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Sedangkan Potensi mayoritas di Pulau ini antara lain, ikan. "Karena Rohil mayoritas nelayan, cocoklah mereka tinggal di sini. Tentu kita siapkan listrik dan rumah layak huni serta insfrastruktur lainnya. Untuk mendukung potensi perikanan, kita siapkan kapal untuk mereka, minimal pompong. 2017 sudah kita siapkan," jelas Suyatno. (adv12)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU (10/12/2017) - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah menyita perhatian berbagai pihak, pemberitaan seolah tak berhenti mengulas tentang banyaknya dampak buruk yang terjadi karena kasus Karhutla.

Di antara dampak timbul antara lain berhentinya aktivitas perekonomian masyarakat, lumpuhnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, terutama Sekolah Dasar yang rentan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi murid. Belum lagi bila dicermati besarnya kerugian materil ditimbulkan sudah tak terhitung lagi.

Bahkan satu kasus terjadi pada 2016 lalu, mengakibatkan satu korban tewas saat dalam upaya memadamkan Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir.

Rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa itu kerap disampaikan Bupati Rokan Hilir, H Suyatno AMp, baik dalam pertemuan formal maupun informal di Rokan Hilir maupun dalam kesempatan kunjungan ke luar daerah.

Mengingat akan pentingnya bersikap peduli terhadap persoalan Karhutla, Bupati Suyatno mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kecamatan, kepenghuluan dan seluruh perusahaan perkebunan beroperasi, termasuk petani serta masyarakat untuk mengantisipasi potensi ataupun ancaman Karhutla itu.

Aspek terpenting diperhatikan dalam persoalan karhutla bagaimana mewaspadai faktor alam atau cuaca terjadi. Jangan sampai dengan situasi memasuki musim kering dimanfaatkan oleh pelaku tak bertanggung jawab melakukan aksi pembakaran lahan.

"Bila musim telah memasuki kemarau, tentunya percikan api sangat mudah membakar lahan. Maka itu, saya ingatkan kembali seluruh aparatur pemerintah, perusahaan perkebunan dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi karhutla," kata Suyatno.

Ia menjelaskan, 2015 lalu, dampak karhutla di sejumlah Indonesia, termasuk Riau telah membuat negara mengalami kerugian Rp 221 triliun.

"Tahun 2016 jumlah karhutla menurun 85 persen. Karena itu, tahun ini diharapkan jumlah karhutla bisa lebih ditekan bahkan kalau memungkinkan zero karhutla," ujarnya.

Rokan Hilir, tuturnya, telah mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari Pemprov Riau dalam hal penanggulangan karhutla tahun 2016. "Sekali lagi saya ingatkan seluruh aparatur pemerintah untuk dapat menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla," tuturnya.

Penanganan Karhutla, tuturnya, harus melibatkan segenap pihak, bukan hanya memiliki tupoksi berkaitan dengan kepentingan penanggulangan kebakaran lahan atau hutan itu saja.

Mustahil, jelasnya, bisa mewujudkan kondisi daerah zero karhutla bila tidak ada dukungan benar-benar serius dari berbagai pihak. Sementara itu, Pemkab telah mendorong agar dinas atau Satuan Kerja (Satker) terkait dengan kegiatan penanggulangan semakin mengintensifkan kegiatan program yang ada.

Misalnya, dengan melakukan kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran ke kecamatan-kecamatan terutama kondisinya memang kerap rawan dengan terjadinya Karhutla.

Rokan Hilir dalam beberapa tahun belakangan kerap terjadi karhutla, namun patut disyukuri sepanjang 2017 ini rentang periode Januari hingga April angka kejadian Karhutla sangat sedikit bahkan bisa dikatakan nihil.

Tingkat kesadaran masyarakat telah mengalami perubahan ke arah positif, sehingga orang tidak sembarangan lagi dalam membuka lahan dengan cara atau pendekatan pembakaran lahan.

Begitu pula untuk tindakan preventif telah dilakukan pemerintah daerah dengan melaksanakan berbagai kegatan bertujuan menggugah kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dari kejadian Karhutla. Kontribusi pihak ketiga seperti perusahaan pun sangat banyak dalam menyelesaikan persoalan Karhutla ini.

Seiring dengan itu tindakan penegakan hukum telah dilakukan jajaran polres Rokan Hilir sebagai langkah memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran maupun menjalakan amanah terhadap pelaku perusakan lingkungan. Bisa disimpulkan upaya preventif sampai penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla menjadi yang memang memerlukan penanganan lintas sektoral.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (14/12/2017)- Bupati H. Suyatno menghadiri acara malam anugrah pesona Indonesia 2017 di Grand Studio Metro TV Jakarta, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengab Kementerian Kominfo RI serta sponsor lainnya.

Kabupaten Rokan Hilir pada event ini meraih juara pertama untuk kategori Atraksi Wisata Budaya dan diikuti Provinsi Riau sebagai Juara umum Anugerah Pesona Indonesia 2017.

Menteri Pariwisata yang diwakili oleh Sekretaris kementerian menyerah kan penghargaan tersebut disaksikan oleh para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia yang meraih juara pada event tersebut. Penilaian ini dirangkum mulai dari bulan juni sampai oktober 2017 melalui website maupun sms.

Bupati H. Suyatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih buat masyarakat khususnya Rokan Hilir dan masyarakat Indonesia umumnya dimanapun berada atas peran dan perhatian yang diberikan.

“Mudahan – mudahan melalui event ini dapat mendongkrak minat orang untuk berkunjung ke Negeri Seribu Kubah. Tentunya juga menjadi peluang bagi masyarakat Bagansiapiapi untuk menggali segala potensi yang tentunya akan kita dukung dan diperhatikan,” kata Suyatno.

Pada kesempatan ini ada 15 kategori yang dinilai tiap potensi pariwisata yang berasal dari di seluruh nusantara, industri pariwisata masih banyak harus dikembangkan, 2017 Kementerian Pariwisata optimis karena melihat jumlah Wisman yang masuk ke Indonesia serta sosialisasi lokal oleh pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi di daerah nya.

Jumlah suara yang masuk berasal dari voters domestik bahkan luar negeri serta berharap agar domestik bruto pada masa yang akan datang lebih baik lagi. Kemudian Kementerian Kominfo juga ikut partisipasi dengan website gratis pada daerah nominasi potensi pariwisata agar lebih bisa meningkatkan promosi potensi daerah tersebut.

Attraksi budaya Cultural terbaik tersebut Budaya wisata Bakar tongkang dengan meraih urutan pertama. Penghargaan dari Kementerian pariwisata Republik indonesia H Areif Yahya.

Bupati Rokan Hilir H Suyatno melalui Corong Pemerintah Kabag Humas dan Protokuker Hermanto,S.sos, Sabtu (25/11/17 ) mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, partisipasi dan dukungan SMS dan emailnya masyarakat Indonesia dan masyarakat Provinsi Riau sehingga Attraksi Budaya Bakar Tongkang Rokan Hilir Provinsi Riau masuk 10 Besar dan meraih pengharga terbaik Juara Pertama most attraction cultural.

"Semoga kebersamaan ini kedepan kita tingkatkan dan sehingga Rohil lebih maju jaya dan sejahtera masyarakatnya," kata Hermanto, S.sos(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (7/12/2017) - Sejarah telah mencatat bahwa Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Indonesia pernah menjadi eksportir ikan terbesar kedua di dunia setelah Kota Bergen di Norwegia.

Bagansiapiapi yang saat itu masih berada di wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi pusat pendaratan ikan terbesar, ada ratusan kapal kapal trawl saat itu yang mendaratkan ikan di Bagansiapiapi. 

Berton-ton ikan, mulai dari ikan basah segar, ikan atau udang kering, ikan asin atau terasi, diekspor dari kota ini ke berbagai tempat. Dalam satu tahun, hasil tangkapan ikannya bisa mencapai 150.000 ton. Ekspor hasil laut berkembang menjadi salah satu pilar ekonomi rakyat.

Akan tetapi hal yang sangat di sayangkan karena saat ini Bagansiapiapi tinggal sejarah. Nnamanya memudar seiring dengan berkurangnya sumberdaya perikanan yang terus merosot. Hal ini terjadi karena eksplorasi yang dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan kapal dengan alat tangkap pukat harimau yang membuat semua faktor penunjang yang memenuhi kebutuhan ikan rusak, bahkan dinyatakan susah untuk kembali seperti semula dan akan memakan waktu yang lama.

Belajar dari kejadian yang terjadi di Bagansiapispi, pemerintah menetapkan pukat harimau sebagai alat tangkap yang dilarang. Akan tetapi dalam prakteknya saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap yang dimaksud dalam larangan tersebut tetapi namanya diubah oleh sebagai nelayan dan memodifikasinya tapi prinsip kerja dari alat tersebut masih sama. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, saat ini terus berupaya untuk menggembalikan predikat yang dahulunya pernah meraih sebagai daerah penghasil ikan terbesar didunia.

“Memang dulunya Bagansiapiapi penghasil ikan terbesar kedua didunia dan kami ingin predikat itu bisa diraih kembali. Upaya-upaya yang kami lakukan saat ini salah satunya memberikan bantuan kepada para nelayan setiap tahunnya,” kata M Amin.

Dari data Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil, hasil tangkapan nelayan pada tahun 2013 lalu hanya sebanyak 47.511,81 ton dengan rincian 46.781 ton atau sekitar 98,46 persen merupakan hasil perikanan laut dan perairan umum. Sedangkan hasil tangkap nelayan budidaya hanya 730,81 ton atau 1,54 persen.

“Jika hasil tangkap perikanan nelayan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan total produksi ikan 57.850 ton maka terjadi penurunan pada tahun 2013 lalu sebesar 17,87 persen,” katanya.

Untuk hasil tangkap nelayan pada tahun 2014 tercatat produksi ikan sebanyak 33.847,46 ton, dimana 49.141 ton atau 98,00 persen merupakan hasil tangkap perikanan laut dan perikanan umum. Sementara untuk hasil tangkap ikan budidaya sebesar 1.089,76 ton atau 2,00 persen. Hasil tangkap nelayan ini juga terjadi penurunan dari tahun 2013 lalu sebesar 16,79 persen.

Dengan kondisi yang terjadi dua tahun terakhir itu sambung dia, tentunya sangat berimbas bagi perekonomian para nelayan meskipun laut Rohil masih banyak menyimpan potensi perikanan yang siap untuk dikembangkan. Meski demikian untuk meraih kejayaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah telah membuat program dengan cara melakukan pembinaan dan memberikan berbagai bantuan alat tangkap agar para nelayan bisa hidup sejahtera.

“Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat para nelayan dari yang tidak bersemangat menjadi lebih semangat. Pemberdayaan yang dilakukan itu juga sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2015 tentang pemberdayaan nelayan dan budidaya ikan,” katanya lagi.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga menyalurkan bantuan Armada Boat berkapasitas 1 Gross Tonnage (GT) dan 3 Gross Tonnage Kepada nelayan pesisir Rohil, bantuan kapal untuk nelayan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016.

Sebelumnya Bantuan Armada berupa boat yang dilengkapi alat pendeteksi ikan (Fish Finder) diberikan agar nelayan dalam bisa berlayar lebih jauh ketengah menangkap ikan

Untuk Nelayan pesisir seperti nelayan Bagansiapiapi, Panipahan, dan Sinaboi tahun 2016 lalu, selain itu diberikan bantuan alat tangkap perikanan juga akan diberikan bantuan Armada Boat sebanyak 40 unit. 40 Unit armada diberikan kepada nelayan itu berkapasitas 3 GT sebanyak 20 unit dan 1 GT sebanyak 20 unit.

Pihaknya akan memastikan mengenai penerima kapal adalah merupakan pihak yang berhak. Tapi yang jelas penerima bantuan kapal harus pekerjaannya nelayan. Selanjutnya dilihat dari calon penerima mana yang lebih tidak atau kurang mampu, termasuk sasaran penerima nelayan yang tidak punya kapal karena rusak,” kata Amin.

Proses seleksi penerima bantuan kapal terangnya dijalankan dengan ketentuan yang cukup ketat untuk mencegah terjadinya kesalahan penyaluran bantuan kepada pihak yang tak berhak.

Berdasarkan kuota yang telah ditetapkan dari DAK jumlah kapal bantuan mencapai 40 unit, yang terbagi sebanyak 20 unit untuk kapal dengan kapasitas 3 GT sebanyak 20 unit dan kapasitas 1 GT sebanyak 20 unit.

Sejauh ini diperkirakan kapal dengan bobot 3 GT lebih cocok diarahkan penyalurannya kepada nelayan di wilayah pesisir seperti Kecamatan Sinaboi, Bangko dan Pasir Limau Kapas karena melakukan penangkapan ikan ke perairan yang lebih dalam, menghadapi tantangan arus deras dan lain-lain.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga terus berupaya meningkatkan sektor perikanan dengan melakukan pegembangan bibit ikan air tawar. Selain itu Diskanlut juga mengupayakan bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan.

“Untuk pengembangan ikan air tawar kami sudah membuat tempat pembenihan ikan di daerah Ujung Tanjung. Tahun kemarin saja kami sudah berhasil menbenihkan ikan air tawar sekitar 200.000 ekor benih dari jenis ikan selais, baung, lele serta ikan nila. Ikan hasil pembenihan tersebut kami sebar keseluruh daerah Rohil dalam bentuk bantuan bagi peternak ikan kerambah maupun kolam.” kata Amin.

Sesuai dengan visi-misi Bupati Rohil yang akan meningkatkan program di sektor perikanan, Diskanlut Rohil secara umum anggarannya terus meningkat, terutama program bantuan bagi nelayan kecil.

“Bantuan yang kami berikan kepada nelayan berupa bantuan boat, dari yang menggunakan sampan dayung menjadi nelayan sampan bermotor, alat deteksi ikan (fish Finder), jaring, fibre box serta mesin boat. Selain itu, kami juga mengupayakan agar kapasitas boat nelayan menjadi lebih besar dengan memprogramkan bantuan boat kapasitas 3 GT ke atas. Sehingga para nelayan dapat mencari ikan lebih jauh ketengah laut. Diharapkan dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut kesejahteraan nelayan akan terus meningkat,” demikian Muhammad Amin.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (12/12/2017) - Kepedulian tinggi terhadap Gerakan Pramuka selalu ditunjukkan Pemkab Rokan Hilir (Rohil), dengan berkecimpung langsung pada setiap iven digelar oleh mereka.

Dimulai dari kabupaten hingga kecamatan dan desa, dilibatkan stakeholders dari pejabat terkait menjadi Pembina pramuka. Dari segala sektor harus berkecimpung mendukung tumbuh kembang pengembangan keakfitan pada kegiatan Pramuka.

http://www.beritarohil.com/
Keberadaan dunia kepanduan Pramuka memiliki peranan sangat penting dalam mencetak generasi muda, dalam hal ini pelajar untuk bisa menjadi generasi terampil menghadapi berbagai tantangan. 

Bisa dilihat dari berbagai latihan kemampuan, penanaman sikap disiplin dalam menerapkan ketentuan berkaitan dengan dunia Pramuka termasuk bagaimana merespon situasi lingkungan membutuhkan sikap mental teruji, tidak mudah menyerah.

Dalam Gerakan Pramuka, seseorang dibina untuk bisa menjadi terampil sekaligus ahli, bukan hanya dalam hal berkaitan dengan praktik saja, tapi langsung pada penerapan atau aplikasinya di lapangan. Banyak tokoh besar lahir karena sebelumnya berkecimpung di dalam Gerakan Pramuka sejak dini.

http://www.beritarohil.com/
Bisa dikatakan untuk menjadi seorang pemimpin itu harus tangguh dan banyak teorinya. Peranan Pramuka sangat baik untuk mencetak generasi muda yang mampu berdikari karena diajarkan bagaimana bersikap mandiri sejak duduk di bangku sekolah. 

Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno melalui Sekdakab Drs Surya ARfan MSi, Ketua Kwarcab Pramuka Rohil menilai, peranan Pramuka itu sangat penting dan dirasakan langsung bagaimana dampaknya dalam membangun semangat, mental, jiwa karsa dan gotong-royong dalam satu kelompok sehingga belajar dari kelompok kecil sehingga bisa menyumbangkan peran yang lebih besar bagi masyarakat luas.

“Giat pramuka cukup banyak dilaksanakan oleh pengurus ini membuktikan tingkat keaktifan sangat baik,” ungkapnya.

Sasaran kegiatan kerap dilaksanakan di bumi perkemahan seperti kegiatan Gladian Pinru tingkat SD dan SMP Kwaran 0410.04 Gerakan Pramuka Rimba Melintang di Bumi Perkemahan Datuk Comel, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, tahun ini.

http://www.beritarohil.com/
Sudah seharusnya juga semua Kwartir Ranting (Kwaran) membuat kegiatan Gladiun Pinru ini, karena setiap gudep dan pimpinan regu itu perlu dilatih agar dapat memiliki keterampilan dari anggotanya.

Wakabina Muda yang membuka acara itu mengatakan, untuk pelatihan Gladian Pinru merupakan kewenangan dari Kwaran. Sebab, jika Kwaran tidak membuat kegiatan itu maka tidak akan bertambah pula ilmu yang didapat.

Banyak kegiatan yang bersifat membangun dari kegiatna pramuka adapun kegiatan berupa orientasi dan dinamika kelompok, upacara pembukaan latihan, ishoma, kepemimpinan, sholat subuh berjamaah, kultum, olahraga senam, kegiatan pribadi, upacara pembukaan apel pagi, PBB, diskusi membentuk tim, pionering, heking persiapan api unggun, upacara penurunan apel sore, upacara api unggun, kerja bakti dan lainnya.

Dampak lebih jauh yang bisa dirasakan dari aktif dalam kegiatan pramuka adalah bagaimana kegiatan ini merupakan mampu melatih anak pramuka menjadi pemimpin.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Keberadaan masjid memiliki peran sentral bagi kehidupan seorang muslim. Kenyataannya masjid bukan hanya tempat Beriibadah semata-mata saja, melainkan juga banyak aspek dalam kegiatan kehidupan muslim berkaitan dengan keberadaan masjid.

Bukan hanya berkaitan dengan masalah hubungan vertikal atau keilahiahan saja, masjid juga tempat bagi ummat bertemu dalam konteks hubungan horizontal atau hubungan sosial.

Banyak permasalahan keduniawiaan yang bisa dipecahkan dengan memberdayakan fungsi masjid mulai persoalan permasalahan ekonomi, sosial, kebudayaan dan berbagai aspek lainnya.

http://www.beritarohil.com/
Dengan berbagai peran penting yang terdapat dari keberadaan masjid tidak bisa dipungkiri lagi bila masjid memang benar-benar difungsikan sesuai dengan manfaatnya akan dapat mendorong tumbuh kembangnya generasi muda yang Islami.

Islami dalam pengertian secara global memiliki pemikiran terhadap keagamaan yang baik sekaligus memiliki pandangan solutif terhadap persoalan di lingkungannya masing-masing.

Generasi muda yang baik tidak terlepas dari pengaruh keberagamaan baik pula. Hal itu tercermin dari sejauh mana kepedulian terhadap masjid.

Sekdakab Rokan Hilir, Drs Surya Arfan MSi menegaskan pentingnya gerakan cinta masjid dalam rangka mewujudkan generasi muda Islami dimana gilirannya bisa mewujudkan tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

Pernyataan Sekdakab ini menunjukkan pentingnya memperhatikan sekaligus memfungsikan peranan masjid dan itu sesuai pula dengan kepercayaan yang diperoleh oleh Sekdakab dengan menjadi sebagai Ketua umum pengurus Masjid Raya Al-Ihsan Bagansiapi-api.

http://www.beritarohil.com/
Sekda Surya Arfan langsung menyusun sejumlah program memajukan Masjid Raya Al Ihsan. "Ada beberapa program sudah disiapkan. Di antaraya menanamkan cinta masjid sejak usia dini,’’ ujar Surya.

Sasarannya untuk merealisasikan program menanamkan cinta masjid ini, lanjut Surya, yakni kalangan anak-anak. Programnya seperti melaksanakan Magrib Mengaji maupun yang lain khususnya berhubungan dengan keagamaan.

"’Kita coba bagaimana menanamkan sikap bagi anak-anak agar bisa betah datang ke masjid,’’ kata Surya.

Program lainnya, lanjut Surya, membenahi dan menata fasilitas yang ada. Sehingga keberadaan Masjid Raya Al-Ihsan, di Jalan Pahlawan, kondisinya tidak sempit lagi. Gilirannya, para jamaah bisa merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah.

Di sisi lain ia mengakui jabatan telah diembannya sudah terlalu banyak. Selain sebagai Sekda Rohil, juga Ketua PMI Rohil, Ketua Kwarcab 014 Rohil, Ketua IPHI Rohil. ’’Jabatan itu amanah. Dan saya mencoba melaksanakan amanah itu,’’ terang Surya.

http://www.beritarohil.com/
Untuk merealisasikan semua agenda sudah diprogramkan, tambah Surya, tentu tidak bekerja sendiri. ’’Pengurus Masjid Raya Al Ihsan yang dilantik itu banyak. Jadi, kita realisasikan program itu bersama-sama,’’ ujar Surya.

Guna menanamkan gerakan cinta masjid sejak dini, lanjutnya, tidak terlepas dari adanya peran perhatian dari orang tua untuk dapat menumbuhkan kesadaran kepada generasi atau anak mereka agar bisa mencintai masjid.

Bukan hanya untuk aspek melaksanakan kegiatan ibadah saja tetapi juga dapat mengimplementasikan semangat yang ada dari peranan masjid yang terbukti menjadi sumber dari tumbuh berkembangnya peradaban di dunia.

Sekdakab menerangkan keberadaan masjid jangan sampai hanya tinggal sebagai sebuah bangunan yang tak difungsikan

Banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan di masjid namun dengan catatan harus melibatkan seluruh pihak yang terkait terutama dalam hal ini adalah pengurus masjid yang memiliki tugas utama untuk memakmurkan masjid.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui dinas perikanan (Diskan) berupaya dengan maksimal untuk mensejahterakan kehidupan para nelayan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan perikanan program budidaya dan tambak kerang.

Hal ini terbukti dengan adanya unit pengembangan atau balai benih ikan yang salah satunya terletak di daerah kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih Sedinginan dan rencana pembangunan UPT Pembenihan Kerang di Kecamatan Sinaboi.

http://www.beritarohil.com/
Demikian dikatakan Kadiskan Rohil, M Amin SPi, di Bagansiapiapi. Ia mengatakan kalau Pemkab Rohil melalui pihaknya memang memprioritaskan pada program budidaya perikanan mengingat kegiatan tersebut terbukti sangat efektif untuk dilaksanakan.

Apalagi sebutnya hasil perikanan yang cepat berkembang. Gilirannya kalangan nelayan yang mengiatkan program budidaya akan mengalami peningkatan kesejahteraan secara signifikan.

"Kalau saya memang ingin fokus pada kegiatan budidaya perikanan, selain didukung oleh ketersediaan benih disamping itu areal untuk budidaya juga ada,” kata Amin. Ia juga menyebutkan kalau saat ini sektor perikanan tangkap di Rohil telah menunjukkan tren penurunan. Tidak mungkin bisa mengandalkan terus dari perikanan tangkap tersebut meskipun memang diakui bahwa Bagansiapiapi pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di dunia pada era 1980-an.

Beberapa jenis ikan yang prospek untuk dibudidaya katanya seperti Nila, Patin, Selais, dan lain-lain. Bukan hanya untuk kategori perikanan air tawar atau sungai, pihaknya juga telah mengembangkan potensi budidaya untuk perikanan air asin. “Untuk budidaya perikanan air asin seperti ikan Senangin yang kita pusatkan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika),” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pembenihan kerang di Kecamatan Sinaboi saat ini sebutnya masih menunggu tindaklanjut dari Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) RI. Pasalnya, Pemkab rohil dalam hal ini hanya menyiapkan lahan seluas 3 hakter (Ha) dan pembangunannya dilakukan oleh pihak KKP.

http://www.beritarohil.com/
"Lahan sudah kita siapkan seluas 3 hektar sesuai permintaan KKP melalui Dirjennya. Sesuai keinginan dari Bupati Suyatno, pembangunan UPT pembenihan kerang itu lebih bagus dipusatkan di Kecamatan Sinaboi mengingat di kecamatan itu selain lokasinya sangat strategis juga memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah," kata Amin.

Ia mengatakan kalau sejauh ini pemkab Rohil telah mengirimkan surat resmi kepada dirjen KKP bahwa lahan untuk pembangunan UPT pembenihan kerang sudah disiapkan dan akan dihibahkan jika pihak KKP sudah setuju atas lahan yang kita sediakan tersebut.

"Sebenarnya lahan yang kita siapkan itu ada ditiga kecamatan yakni Bangko, Palika, dan sinaboi. Akan tetapi Bupati lebih memilih kecamatan Sinaboi. Namun demikian, itu tergantung dari keinginan pihak KKP. Jika memang tidak sesuai di Sinaboi maka pembangunannya bisa kita alihkan di Kecamatan Bangko atau Palika," ujar Amin.

Kendati telah mendapatkan jatah pembangunan UPT pembenihan kerang, Pemkab Rohil tentunya juga mengharapkan pihak KKP menyiapkan tenaga teknisnya. "Jika rencana ini nantinya terwujud tentunya akan mempermudah masyarakat penambak kerang mendapatkan benihnya dan tidak lagi bertungkus lumus mencari bibit di sekitaran muara sungai,"pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun depan akan membudidayakan udang galah. Pasalnya, jenis udang itu selain memiliki potensi untuk dikembangkan juga hasilnya juga sangat menjanjikan. Selama ini jenis udang yang memiliki capit panjang berwarna biru itu menjadi salah satu sumber tangkapan nelayan tradisional hanya untuk dikonsumsi dan sebagainnya lagi dijual kepada yang berkantong tebal karena harganya cukup mahal. Hal ini tidak kemungkinan dapat di ekspor ke luar daerah.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kadiskanlut Rohil, M Amin Spi, belum lama ini di Bagansiapiapi. Ia mengatakan, Jenis udang yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi ini banyak terdapat disepanjang sungai rokan, salah satunya disungai yang ada dikepenghuluan Jumrah, kecamatan Rimba Melintang. Udang-udang itu biasanya dijual oleh nelayan disepanjang jembatan penghubung antara kota bagansiapiapi - Ujung tanjung.

http://www.beritarohil.com/
Ia juga mengakui kalau potensi jenis udang galah kalau dibudidayakan hasilnya sangat menjanjikan. Makanya kita berencana pada tahun 2017 mendatang akan kita upayakan untuk membuat program pengembangan budidaya tersebut. "Kita yakin budidaya itu sangat cocok dan hasilnya menjanjikan, makanya pada anggaran APBD 2018 mendatang kita minta pihak kepenghuluan agar mengusulkan program tersebut kepihak kecamatan agar bisa dibahas melalui Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang)," Pinta Amin.

Jika tidak disikapi dengan melakukan tindakan budidaya secara berkala maka tidak tertutup kemungikanan kedepan habitat udang Galah mengalami kelangkaan. Pasalnya terus terjadi penangkapan udang tanpa dibarengi dengan budidaya disamping itu kondisi sungai sangat rentan terkena limbah seperti pengunaan pupuk untuk tanaman, limbah rumah tangga maupun industri," Pungkasnya sembari mengatakan harga udang galah perkilogramnya mencapai Rp200 ribu.

Tidak udang saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) juga bakal menjadikan Kecamatan Sinaboi sebagai sentral budidaya kerang. Pasalnya, selain daerahnya memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah juga memiliki potensi kerang yang berkualitas tinggi. Bahkan, pihak kecamatan setempat mengklaim kalau kerang didaerahnya lebih bagus kualitasnya jika dibandingkan kerang yang berada dikecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

Demikian hal ini diutarakan oleh Camat Sinaboi, Abdul Hamid SH, di Bagansiapiapi.  Menurutnya, kerang sinaboi masih sangat banyak dan memiliki kualitas tinggi, jika dikembangkan sebagai sentral budidaya maka sangat diyakini perekonomian masyarakat akan meningkat. Agar hal itu terwujud, pihaknya bersama masyarakat akan mengusulkan pembekoan bibir pantai sepanjang 2,5 kilometer kedinas perikanan dan kelautan (Diskanlut) Rohil agar kapal nelayan bisa bersandar dibibir pantai.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan Menteri KPP, Susui Pujiastuti bersama Bupati Rohil, H Suyatno akan kesinaboi pada bulan Mei 2016 mendatang, Untuk menyambut kedatangan rombongan itu pihaknya telah menyiapkan sebanyak 60 nelayan untuk melakukan penangkapan ikan seputaran perairan sinaboi dengan tujuan agar mentri KPP tau kalau sinaboi memiliki Potensi perikanan, "kata Hamid.(roi11)

ROKAN HILIR, SINABOI - Belajar dari berbagai persoalan yang dihadapi, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Hilir) belakangan ini merumuskan dalam mengatasi persoalan ternyata memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Makan, dengan memanfaatkan SDA, Pemkab Rohil terus mengembangan dunia pendidikan. 

Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Rokan Hilir secara umum ternyata tidak hanya SDA yang dapat diperbaharui saja, tetapi terdapat pula SDA yang tidak dapat diperbaharui. Berangkat dari itu, Pemkab Rohiil telah memikirkan bagaimana mengatasi SDA yang semakin hari bisa mengalami penyusutan bahkan habis. Oleh karena, Pemkab Rohil memberlakukan percepatan peningkatan kualitas SDM dengan tujuan dapat mengatasi masalah ke depannya menyangkut SDA itu sendiri. 

"Untuk menjawab tantangan, perlu adanya peningkatan SDM di Rokan Hilir. Makanya belakangan ini Pemkab Rohil terus melakukan berbagai macam terobosan-terobosan yang telah dilaksanakan maupun yang sedang digesa untuk percepatan pendiriannya. Untuk yang telah dilaksanakan, telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Rokan Hilir dengan keberadaan Kampus Institut Pemeirntahan Dalam Ngeri (IPDN) di Ujung Tanjung. Sedangkan untuk percepatan pembangunan lainnya yang mengakomodir kepentingan dan sumber daya daerah didirikanlah Akademi Komunitas Keunggulan Lokal," sebut Wakil Bupati Rokan Jamiluddin. 

Sehingga, sambung Jamiluddin, upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut, jelas Annas, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memfokuskan pada empat pilar pembangunan utama, yakni, perluasan akses layanan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, relevansi dan daya saing, serta akuntabilitas pemerintahan yang bersih. 

"Perlunya perencanaan yang matang dalam mempercepat pembangunan adalah tujuan utama pemerintahan yang bersih. Terutama, memfokuskan pada aspek pemberantasan kemiskinan dan kebodohan yang terus dilakukan Pemmkab Rohil. Mempercepat penyediaan infrastruktur dan pengembangan pendidikan. Kemudian memperhatikan dan mengembangkan pembangunan bidang keagamaan," urainya.

Selanjutnya, pembukaan akses wilayah daerah-daerah terpencil merupakan program praktis Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersamaan dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM yang andal. 

"Upaya peningkatan SDM memang menjadi target utama dalam pengentasan kemiskinan. Karena, kemiskinan tak lepas dari kebodohan. Berangkat dari itulah Pemkab Rohil terus berupaya memanfaatkan SDA untuk meningkatakan SDM putra/putri Rokan Hilir. Karena, SDA kita (Rohil) ini sangat kaya, kenapa tidak terus digali untuk kepentingan meningkatkan SDM. 

Di samping itu, memfokuskan pemerintahan yang baik melalui empat pilar yang diemban Pemkab Rohil, seluruh SKPD tidak boleh lari dari koridor itu. Sehingga, mengutamakan peningkatan kualitas layanan prima kesehatan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan itu sendiri," sambung Bupati Rohil H Suyatno. 

Dirinya menjelaskan, kebijakan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. jika dipandang dari sudut infrastruktur, maka kebijakan yang berkontribusi langsung pada peningkatan sumber daya alam manusia, telah dituangkan kedalam kualitas SDM masyarakat dan tenaga kerja khususnya yang berbasis kepada kopetensi. 

Membangun sarana dan prasarana pendidikan dengan membangun jaringan kesehatan untuk meningkatkan derajat masyarakat yang sehat melalui upaya pencegahan dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. "Pemkab Rohil juga terus membangun sarana dan prasarana olah raga, membangun sarana ibadah, membangun sarana dan prasarana aparatur kecamatan, membangun sarana dan prasarana kesehatan kecamatan," tegas Suyatno.

Dari sejumlah aspek di atas, Pemkab Rohil menuangkannya lagi ke dalam program percepatan guna menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Pembangunan sarana dan prasarana sekolah dilengkapi dengan sarana penunjang seperti laboratorium dan perpustakaan. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana kesehatan diiringi dengan peningkatan layanan kesehatan. Selanjutnya meningkatkan kompetesi tenaga pendidik dibarengi dengan sarana olah raga, pembangunan mesjid kecamatan, pembangunan pusat perkantoran kecamatan dan pembangunan puskesmas rawat inap disetiap kecamatan," papar Bupati Rohil Suyatno.(roi11)

ROKAN HILIR, PUJUD - Kabupaten Rokan Hilir dikenal kaya akan ragam budaya dan obyek kepariwisataannya. Memiliki luas wilayah mencapi 8.941 km² dengan jumlah penduduk mencapai 700 ribu jiwa lebih. Negeri berjuluk seribu kubah ini awalnya dibuka oleh warga etnis tionghoa pada zaman penjajahan belanda.

Bukan hanya itu Rokan Hilir banyak menyimpan kekayaan budaya bernilai tinggi yang masih dianut secara turun temurun, seperti Ritual Bakar Tongkang yang menjadi agenda wisata tahunan. Bakar Tongkang selalu menjadi pusat perhatian wisatawan lokal dan mancanegara, bahkan setiap tahunnya kegiatan ini mampu menarik jumlah wisatawan dari Jakarta, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok. 

Seiring dengan perkembanganya, pemerintah daerah menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai event sumber pariwisata serta promosi daerah. Kini, jumlah obyek wisata itu terus bertambah dan diminati para wisatawan baik lokal maupun luar. Dan ini tidak terlepas peran Pemerintah Daerah yang terus membenahi pembangunan dibidang kepariwisataan untuk terus ditingkatkan. Semua ini tentunya bertujuan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah agar lebih signifikan lagi.

"Pemerintah daerah terus meningkatkan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpangan antar laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya. Pentingnya pelabuhan ini dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Jemur dan daerah lain," kata Bupati Rohil H Suyatno, memaparkan ragam budaya dan objek wisata di Rokan Hilir. 

Kegiatan rutinitas tahunan Bakar Tongkang awalnya dilakukan dengan mengarak replika kapal tongkang menuju areal pembakaran di Jalan Perniagaan. Biasanya tradisi ini dilakukan sebagai penyampaian ucapan rasa syukur, pengharapan, keselamatan, dan kesejahteraan yang lebih besar setiap tahunya.

Dalam pelaksanaan ritual bakar tongkang, masyarakat etnis Tionghoa Bagansiapiapi selalu menyertakan patung Ki Hu Ong Ya (dewa laut) atau dewa penyelamat. Dalam kisahnya ratusan tahun lalu, ketika itu masyarakat tionghua yang tersesat dilaut sampai ditanah harapan (Bagansiapiapi) berlayar mengarungi lautan diselamatkan dari kesesatan

Kapal tongkang replika yang diarak ratusan masyarakat etnis tionghoa menuju lokasi pembakaran dipercaya akan membawa rezeki besar bagi masyarakat. Kapal yang dibakar diatas ratusan tumpukan kertas tersebut menyiratkan pesan dan kepercayaan pengaisan rezeki kedepan. Bahkan dipercaya jika tiang kapal jatuh kedarat berarti rezeki masyarakat banyak dimulai dari daratan, dan begitu sebaliknya jika tiang kapal jatuh kearah laut.

Dari sisi ekonomisnya, ritual bakar tongkang membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat setempat. disamping itu, pemerintah daerah turut mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan iven kepariwisataan didaerah dalam mengakat potensi wisata didaerah sehingga mampu menjadi objek wisata dunia khususnya. "Ini terus kita dukung, pelaksanaan ritual bakar tongkang merupakan objek wisata dan budaya yang harus dilesatrikan. Saya pikir dengan mengangkat potensi pariwisat daerah mampu mendongkak perekonomian masyarakat, dan invetasi daerah" kata bupati

Beragam budaya dan objek wisata tersebut ternyata menjadi tujuan menarik bagi wisatawan dan investor, seperti lokasi rekreasi keluarga di perkantoran Batu Enam Pinggir Sungai Rokan, Pulau Pedamaran, Pulau Jemur, Pulau Tilan, Danau Napangga dan Objek wisata Bono Rokan,"Selain itu juga, dikembangkan kawasan baru pengembangan kota Bagansiapiapi di Batu Enam Bagansiapiapi. Di lokasi ini direncanakan pembangunan pusat pemerintah dengan arsitektur bernuansa "Kubah" pada setiap bangunannya dengan menghadap muara sungai Rokan," jelasnya.

Selain itu, adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya. "Kita juga memiliki situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainya yang menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat Ikan Arwana serta Komunitas suku aslinya," sebut bupati.

Seperti dikatakan satu penyelenggara Wisata Pulau Jemur and Rantau Bais Village, Amriyadi Bahar, Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi penyajian nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya. 

"Untuk itu, peran pihak swasta yang menggeluti sektor ini juga sangat kita nantikan. Karena, bisnis kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir akan maju dan akan menjadi salah satu sektor primadona di kemudian hari. Untuk wisata budaya, primadonanya adalah Ritual Bakar Tongkang yang merupakan acara tradisional masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi," sebutnya.

Selain itu, Pulau Jemur dan kampung bahari Rantau Bais bakal menjadi obyek tujuan wisatawan luar. pihaknya sudah kebanjiran peserta wisatawan yang siap bakal dipandu. "Sebagai penyelenggara kegiatan, akhir Maret ini kita akan memandu puluhan wisatawan luar untuk menjelajahi obyek wisata di Rohil seperti Pulau Jemur dan Rantau Bais. Meski baru pertama kalinya kita menggelar kegiatan ini tetapi pesertanya sangat antusias," tuturnya.

Sejalan dengan pengembagan objek wisata, Wakil Bupati Rohil, Jamiluddin menerangkan, Pemkab Rohil memiliki program besar dalam mewujudkan pembangunan daerah. Salah satu program prioritas adalah pengembangan infrastruktur jalan lintas pesisir mulai dari Jembatan Pedamaran I dan II di Kecamatan Bangko hingga ke daerah pesisir Rohil. 

Lokasi wisata lokal yang sudah masuk dalam perencanaan tersebut adalah di Pulau Pedamaran, lokasinya tepat berada ditengah yang dihubungkan oleh kedua jembatan. Pemadangan indah di hilir laut nantinya dapat dinikmati masyarakat sebagai objek wisata bahari dan kepulauan. "Termasuk Danau Janda Gatal. Sampai sekarang sejak beberapa tahun belakangan saja jembatan pedamaran sangat diminati pengunjung. Jika jalan lintas dari dan ke jembatan Pedamaran ini nantinya selesai dan difungsikan, akan banyak warga yang datang baik sekadar melihat, melintas dan bahkan menikmati keindahan sekeliling lokasi jembatan maupun kemegahan jembatan ini," terangnya.

 "Makanya, pantas jika daerah ini dimanfaatkan sebagai lokasi wisata. Dipingiran jembatan terutama mau masuk dari arah Bagansiapiapi akan dibangun tempat-tempat rekreasi untuk memperindah jembatan. seperti tempat-tempat berjualan makanan dan minuman bagi pedagangan," sambung Jamiluddin. 

Disamping itu, upaya menambah daya tarik pengunjung berwisata, pemerintah daerah tengah serius menggarap Ceng Beng (sembahyang kuburan), Imlek dan Cap Go Meh dan lainnya. Upaya memacu laju potensi kepariwisataan tersebut, pemerintah daerah membuat program kampanye Sadar Wisata sejak tahun 2013, yang intinya mengiatkan wisata sebagai bagian untuk memberi manfaat kesejahteraan bagi Rakyat.

Dari kenyataan yang ada, terdapat obyek pariwisata yang cukup banyak tersebar di tiap kecamatan se-Rohil. Itu semua tinggal dipoles agar memenuhi standar kepariwisataan yang tepat. Ia menambahkan, Kabupaten Rohil banyak memiliki objek wisata andalan daerah, seperti objek wisata tiang bubu diperairan sungai rokan, wisata bono di sungai rokan, wisata bouting di Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih dan wisata pemandian air panas di Desa Tangga, Kecamatan Pujud.(roi11)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman didampingi Bupati Rokan Hilir H Suyatno restocking atau penebaran benih Ikan Baung sebanyak 58.000 di Sungai Rokan dan Pulau Tilan, Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (21/8/2017)

Gubri Arsyadjuliandi Rahman mengaku bangga bisa hadir bersilaturrahmi dengan masyarakat Kepenghuluan Rantau Bais.

http://www.beritarohil.com/
“Insya Allah kita doakan benih Baung ini akan bisa membantu masyarakat disekitar kepenghuluan ini. Sekurang-kurangnya tiga tahun lagi kedepan sudah bisa panen,” ujar Arsyadjuliandi Rahman.

Ia menjelaskan bahwa di Provinsi Riau terdapat empat sungai besar, yakni Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Siak dan Sungai Indragiri.

"Provinsi Riau ada empat sungai besar dan 800 lebih anak sungai di Riau, karena menebar benih, mudah-mudahan potensi ekonomi masyarakat akan terbangun lagi di sungai ini," tuturnya

Dia menilai bahwa sungai di Riau banyak manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya untuk transportasi ke hulu maupun ke hilir, tapi lebih daripada itu yang teristimewanya lagi sungai-sungai di Riau ini adalah banyak pusat kebudayaan pusat pengembangan agama dan jalur lintas wisata

“Ini terbukti di sekitar Sungai Rokan ini sudah bisa kita hitung tempat-tempat kegiatan keagamaan maupun peninggalan sejarah cukup banyak, mulai dari hulu sampai ke hilir. Inilah keistimewaan yang ada di Riau ini sebagai modal lintas investasi kunjungan wisata yang perlu dijaga terkhusus Sungai Rokan ini ,” sebut pria yang akrab di sapa Andi ini.

Melalui penebaran benih ikan ini, ia mengajak kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga sungai tersebut agar tetap terawat dan bersih banyak dikunjungan wisata dari luar.

“Jangan seperti sungai-sungai yang ada di provinsi-provinsi lain. Karena walau bagaimana pun Insya Allah ini akan menambah tempat kehidupan, masyarakat numpang hidup di sungai ini,” tuturnya.

Pada kesempatan dipenghujung acara juga dilakukan penyerahan santunan klaim asuransi dan Kartu Asuransi Nelayan (KAN) senilai Rp160.000.000.

http://www.beritarohil.com/
Selain itu dilakukann penyerahan bingkisan kepada 70 orang Khalifah alim ulama yang berasal di sekitar Sungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. 

Tim Keamanan kelokasi destinasi mengawasi lintas aliran air laut Pulau Jemur dikecamatan Pasir limau kapas (Palika) dalam operasi pengawasan orang Asing (Timpora ) patroli operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur hingga keperbatasan selat melaka selalu terjaga dan kondusif.

Patroli gabungan timpora guna mendeteksi pulau-pulau terdepan diindonesia mencegah dari terjadi masuknya warga negara asing melanggar ketentuan hukum khususnya perairan Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir menyebutkan timpora melakukan kegiatan operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur perbatasan selat Melaka Malaysia.

Operasi Intansi Vertikal pihak Imigrasi Bagansiapiapi kegiatan berjalan aman dan kondusif lokasi disterilkan Keliling lintas air Perairan pulau jemur Pulau Tokong, Pulau Batu mandi, pulau kecil-kecil yang merupakan kawasan pulau arwah aset Rokan Hilir Provinsi Riau.

Bahkan patroli dilakukan oleh Timpora hingga keperbatasan perairan RI dan selat melaka malaysia.Selain misi pengawasan, Timpora juga melakukan kegiatan pelepasan 71 ekor Tukik (anak penyu, red) di Pantai Pulau Jemur Pulau Arwah.

Operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Rokan Hilir melakukan patroli di Perairan Pulau Jemur, Patroli itu untuk mendeteksi pulau terdepan Indonesia tersebut dari masuknya warga negara asing (WNA) keindonesia maupun hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Dikatakan Bupati H Suyatno bahwa laporan sudah terima operasi yang tim pihak Kantor Imigrasi Bagansiapiapi semua berjalan aman dan kondusif. Perjalanan dimulai sejak pagi hari dan tiba menjelang makan siang dan kembali bertolak ke Bagansiapiapi pada sore hari.

http://www.beritarohil.com/
Pengawasan dilakukan dengan berkeliling di Pulau Jemur, Pulau Tukong Mas dan Pulau Batu Mandi serta pulau-pulau kecil lainnya yang merupakan bagian dari Kepulauan Aruah. Bahkan sampai ke Perbatasan antara RI-Malaysia di Selat Malaka. 

"Kita apresiasi Timpora yang turun bersama pihak instansi terkait juga pihak pemda Rohil," kata Bupati.

Selain misi pengawasan juga tim diarahkan untuk melepaskan Tukik (Anak Penyu) secara serentak sekitar 71 ekor yang merupakan hasil penangkaran yang dilakukan di Pulau Jemur oleh Pihak Dinas Perikanan bersama Pos-Al dan Navigasi serta pihak Kepenghuluan Pulau Jemur, Kecamatan Palika, Rohil.

Habitat Penyu Hijau yang merupakan hewan langka dan dilindungi menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah daerah untuk melindungi agar habitatnya tidak punah.

"Sekarang ini tak benarkan lagi mengkonsumsi maupun menjual Telur Penyu, bahkan kita sudah pasang spanduk raksasa di Pulau Jemur lengkap dengan Undang-Undang serta sanksi yang akan diberikan apabila melanggar," tegas Sekda.

Saat ini Pemkab rohil melalui BUMD PD Sarana Pembangunan untuk mengajak masyarakat berwisata ke Pulau Jemur, bahkan sudah ada kapal khusus yang didatangkan dari Batam bolak-balik Bagansiapiapi menuju pulau jemur.

"Semoga dengan banyaknya yang datang baik berwisata maupun patroli yang dilakukan secara perlahan bisa mengetuk hati pemerintah pusat untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana Wisata Bahari kita yakni Pulau Jemur yang kita cintai ini ," harapnya.(roi11)
Diberdayakan oleh Blogger.