ROKAN HILIR, BAGAN BATU (10/12/2017) - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah menyita perhatian berbagai pihak, pemberitaan seolah tak berhenti mengulas tentang banyaknya dampak buruk yang terjadi karena kasus Karhutla.

Di antara dampak timbul antara lain berhentinya aktivitas perekonomian masyarakat, lumpuhnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, terutama Sekolah Dasar yang rentan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi murid. Belum lagi bila dicermati besarnya kerugian materil ditimbulkan sudah tak terhitung lagi.

Bahkan satu kasus terjadi pada 2016 lalu, mengakibatkan satu korban tewas saat dalam upaya memadamkan Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir.

Rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa itu kerap disampaikan Bupati Rokan Hilir, H Suyatno AMp, baik dalam pertemuan formal maupun informal di Rokan Hilir maupun dalam kesempatan kunjungan ke luar daerah.

Mengingat akan pentingnya bersikap peduli terhadap persoalan Karhutla, Bupati Suyatno mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kecamatan, kepenghuluan dan seluruh perusahaan perkebunan beroperasi, termasuk petani serta masyarakat untuk mengantisipasi potensi ataupun ancaman Karhutla itu.

Aspek terpenting diperhatikan dalam persoalan karhutla bagaimana mewaspadai faktor alam atau cuaca terjadi. Jangan sampai dengan situasi memasuki musim kering dimanfaatkan oleh pelaku tak bertanggung jawab melakukan aksi pembakaran lahan.

"Bila musim telah memasuki kemarau, tentunya percikan api sangat mudah membakar lahan. Maka itu, saya ingatkan kembali seluruh aparatur pemerintah, perusahaan perkebunan dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi karhutla," kata Suyatno.

Ia menjelaskan, 2015 lalu, dampak karhutla di sejumlah Indonesia, termasuk Riau telah membuat negara mengalami kerugian Rp 221 triliun.

"Tahun 2016 jumlah karhutla menurun 85 persen. Karena itu, tahun ini diharapkan jumlah karhutla bisa lebih ditekan bahkan kalau memungkinkan zero karhutla," ujarnya.

Rokan Hilir, tuturnya, telah mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari Pemprov Riau dalam hal penanggulangan karhutla tahun 2016. "Sekali lagi saya ingatkan seluruh aparatur pemerintah untuk dapat menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla," tuturnya.

Penanganan Karhutla, tuturnya, harus melibatkan segenap pihak, bukan hanya memiliki tupoksi berkaitan dengan kepentingan penanggulangan kebakaran lahan atau hutan itu saja.

Mustahil, jelasnya, bisa mewujudkan kondisi daerah zero karhutla bila tidak ada dukungan benar-benar serius dari berbagai pihak. Sementara itu, Pemkab telah mendorong agar dinas atau Satuan Kerja (Satker) terkait dengan kegiatan penanggulangan semakin mengintensifkan kegiatan program yang ada.

Misalnya, dengan melakukan kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran ke kecamatan-kecamatan terutama kondisinya memang kerap rawan dengan terjadinya Karhutla.

Rokan Hilir dalam beberapa tahun belakangan kerap terjadi karhutla, namun patut disyukuri sepanjang 2017 ini rentang periode Januari hingga April angka kejadian Karhutla sangat sedikit bahkan bisa dikatakan nihil.

Tingkat kesadaran masyarakat telah mengalami perubahan ke arah positif, sehingga orang tidak sembarangan lagi dalam membuka lahan dengan cara atau pendekatan pembakaran lahan.

Begitu pula untuk tindakan preventif telah dilakukan pemerintah daerah dengan melaksanakan berbagai kegatan bertujuan menggugah kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dari kejadian Karhutla. Kontribusi pihak ketiga seperti perusahaan pun sangat banyak dalam menyelesaikan persoalan Karhutla ini.

Seiring dengan itu tindakan penegakan hukum telah dilakukan jajaran polres Rokan Hilir sebagai langkah memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran maupun menjalakan amanah terhadap pelaku perusakan lingkungan. Bisa disimpulkan upaya preventif sampai penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla menjadi yang memang memerlukan penanganan lintas sektoral.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (14/12/2017)- Bupati H. Suyatno menghadiri acara malam anugrah pesona Indonesia 2017 di Grand Studio Metro TV Jakarta, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengab Kementerian Kominfo RI serta sponsor lainnya.

Kabupaten Rokan Hilir pada event ini meraih juara pertama untuk kategori Atraksi Wisata Budaya dan diikuti Provinsi Riau sebagai Juara umum Anugerah Pesona Indonesia 2017.

Menteri Pariwisata yang diwakili oleh Sekretaris kementerian menyerah kan penghargaan tersebut disaksikan oleh para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia yang meraih juara pada event tersebut. Penilaian ini dirangkum mulai dari bulan juni sampai oktober 2017 melalui website maupun sms.

Bupati H. Suyatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih buat masyarakat khususnya Rokan Hilir dan masyarakat Indonesia umumnya dimanapun berada atas peran dan perhatian yang diberikan.

“Mudahan – mudahan melalui event ini dapat mendongkrak minat orang untuk berkunjung ke Negeri Seribu Kubah. Tentunya juga menjadi peluang bagi masyarakat Bagansiapiapi untuk menggali segala potensi yang tentunya akan kita dukung dan diperhatikan,” kata Suyatno.

Pada kesempatan ini ada 15 kategori yang dinilai tiap potensi pariwisata yang berasal dari di seluruh nusantara, industri pariwisata masih banyak harus dikembangkan, 2017 Kementerian Pariwisata optimis karena melihat jumlah Wisman yang masuk ke Indonesia serta sosialisasi lokal oleh pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi di daerah nya.

Jumlah suara yang masuk berasal dari voters domestik bahkan luar negeri serta berharap agar domestik bruto pada masa yang akan datang lebih baik lagi. Kemudian Kementerian Kominfo juga ikut partisipasi dengan website gratis pada daerah nominasi potensi pariwisata agar lebih bisa meningkatkan promosi potensi daerah tersebut.

Attraksi budaya Cultural terbaik tersebut Budaya wisata Bakar tongkang dengan meraih urutan pertama. Penghargaan dari Kementerian pariwisata Republik indonesia H Areif Yahya.

Bupati Rokan Hilir H Suyatno melalui Corong Pemerintah Kabag Humas dan Protokuker Hermanto,S.sos, Sabtu (25/11/17 ) mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, partisipasi dan dukungan SMS dan emailnya masyarakat Indonesia dan masyarakat Provinsi Riau sehingga Attraksi Budaya Bakar Tongkang Rokan Hilir Provinsi Riau masuk 10 Besar dan meraih pengharga terbaik Juara Pertama most attraction cultural.

"Semoga kebersamaan ini kedepan kita tingkatkan dan sehingga Rohil lebih maju jaya dan sejahtera masyarakatnya," kata Hermanto, S.sos(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (7/12/2017) - Sejarah telah mencatat bahwa Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Indonesia pernah menjadi eksportir ikan terbesar kedua di dunia setelah Kota Bergen di Norwegia.

Bagansiapiapi yang saat itu masih berada di wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi pusat pendaratan ikan terbesar, ada ratusan kapal kapal trawl saat itu yang mendaratkan ikan di Bagansiapiapi. 

Berton-ton ikan, mulai dari ikan basah segar, ikan atau udang kering, ikan asin atau terasi, diekspor dari kota ini ke berbagai tempat. Dalam satu tahun, hasil tangkapan ikannya bisa mencapai 150.000 ton. Ekspor hasil laut berkembang menjadi salah satu pilar ekonomi rakyat.

Akan tetapi hal yang sangat di sayangkan karena saat ini Bagansiapiapi tinggal sejarah. Nnamanya memudar seiring dengan berkurangnya sumberdaya perikanan yang terus merosot. Hal ini terjadi karena eksplorasi yang dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan kapal dengan alat tangkap pukat harimau yang membuat semua faktor penunjang yang memenuhi kebutuhan ikan rusak, bahkan dinyatakan susah untuk kembali seperti semula dan akan memakan waktu yang lama.

Belajar dari kejadian yang terjadi di Bagansiapispi, pemerintah menetapkan pukat harimau sebagai alat tangkap yang dilarang. Akan tetapi dalam prakteknya saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap yang dimaksud dalam larangan tersebut tetapi namanya diubah oleh sebagai nelayan dan memodifikasinya tapi prinsip kerja dari alat tersebut masih sama. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, saat ini terus berupaya untuk menggembalikan predikat yang dahulunya pernah meraih sebagai daerah penghasil ikan terbesar didunia.

“Memang dulunya Bagansiapiapi penghasil ikan terbesar kedua didunia dan kami ingin predikat itu bisa diraih kembali. Upaya-upaya yang kami lakukan saat ini salah satunya memberikan bantuan kepada para nelayan setiap tahunnya,” kata M Amin.

Dari data Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil, hasil tangkapan nelayan pada tahun 2013 lalu hanya sebanyak 47.511,81 ton dengan rincian 46.781 ton atau sekitar 98,46 persen merupakan hasil perikanan laut dan perairan umum. Sedangkan hasil tangkap nelayan budidaya hanya 730,81 ton atau 1,54 persen.

“Jika hasil tangkap perikanan nelayan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan total produksi ikan 57.850 ton maka terjadi penurunan pada tahun 2013 lalu sebesar 17,87 persen,” katanya.

Untuk hasil tangkap nelayan pada tahun 2014 tercatat produksi ikan sebanyak 33.847,46 ton, dimana 49.141 ton atau 98,00 persen merupakan hasil tangkap perikanan laut dan perikanan umum. Sementara untuk hasil tangkap ikan budidaya sebesar 1.089,76 ton atau 2,00 persen. Hasil tangkap nelayan ini juga terjadi penurunan dari tahun 2013 lalu sebesar 16,79 persen.

Dengan kondisi yang terjadi dua tahun terakhir itu sambung dia, tentunya sangat berimbas bagi perekonomian para nelayan meskipun laut Rohil masih banyak menyimpan potensi perikanan yang siap untuk dikembangkan. Meski demikian untuk meraih kejayaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah telah membuat program dengan cara melakukan pembinaan dan memberikan berbagai bantuan alat tangkap agar para nelayan bisa hidup sejahtera.

“Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat para nelayan dari yang tidak bersemangat menjadi lebih semangat. Pemberdayaan yang dilakukan itu juga sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2015 tentang pemberdayaan nelayan dan budidaya ikan,” katanya lagi.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga menyalurkan bantuan Armada Boat berkapasitas 1 Gross Tonnage (GT) dan 3 Gross Tonnage Kepada nelayan pesisir Rohil, bantuan kapal untuk nelayan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016.

Sebelumnya Bantuan Armada berupa boat yang dilengkapi alat pendeteksi ikan (Fish Finder) diberikan agar nelayan dalam bisa berlayar lebih jauh ketengah menangkap ikan

Untuk Nelayan pesisir seperti nelayan Bagansiapiapi, Panipahan, dan Sinaboi tahun 2016 lalu, selain itu diberikan bantuan alat tangkap perikanan juga akan diberikan bantuan Armada Boat sebanyak 40 unit. 40 Unit armada diberikan kepada nelayan itu berkapasitas 3 GT sebanyak 20 unit dan 1 GT sebanyak 20 unit.

Pihaknya akan memastikan mengenai penerima kapal adalah merupakan pihak yang berhak. Tapi yang jelas penerima bantuan kapal harus pekerjaannya nelayan. Selanjutnya dilihat dari calon penerima mana yang lebih tidak atau kurang mampu, termasuk sasaran penerima nelayan yang tidak punya kapal karena rusak,” kata Amin.

Proses seleksi penerima bantuan kapal terangnya dijalankan dengan ketentuan yang cukup ketat untuk mencegah terjadinya kesalahan penyaluran bantuan kepada pihak yang tak berhak.

Berdasarkan kuota yang telah ditetapkan dari DAK jumlah kapal bantuan mencapai 40 unit, yang terbagi sebanyak 20 unit untuk kapal dengan kapasitas 3 GT sebanyak 20 unit dan kapasitas 1 GT sebanyak 20 unit.

Sejauh ini diperkirakan kapal dengan bobot 3 GT lebih cocok diarahkan penyalurannya kepada nelayan di wilayah pesisir seperti Kecamatan Sinaboi, Bangko dan Pasir Limau Kapas karena melakukan penangkapan ikan ke perairan yang lebih dalam, menghadapi tantangan arus deras dan lain-lain.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga terus berupaya meningkatkan sektor perikanan dengan melakukan pegembangan bibit ikan air tawar. Selain itu Diskanlut juga mengupayakan bantuan alat tangkap ikan bagi nelayan.

“Untuk pengembangan ikan air tawar kami sudah membuat tempat pembenihan ikan di daerah Ujung Tanjung. Tahun kemarin saja kami sudah berhasil menbenihkan ikan air tawar sekitar 200.000 ekor benih dari jenis ikan selais, baung, lele serta ikan nila. Ikan hasil pembenihan tersebut kami sebar keseluruh daerah Rohil dalam bentuk bantuan bagi peternak ikan kerambah maupun kolam.” kata Amin.

Sesuai dengan visi-misi Bupati Rohil yang akan meningkatkan program di sektor perikanan, Diskanlut Rohil secara umum anggarannya terus meningkat, terutama program bantuan bagi nelayan kecil.

“Bantuan yang kami berikan kepada nelayan berupa bantuan boat, dari yang menggunakan sampan dayung menjadi nelayan sampan bermotor, alat deteksi ikan (fish Finder), jaring, fibre box serta mesin boat. Selain itu, kami juga mengupayakan agar kapasitas boat nelayan menjadi lebih besar dengan memprogramkan bantuan boat kapasitas 3 GT ke atas. Sehingga para nelayan dapat mencari ikan lebih jauh ketengah laut. Diharapkan dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut kesejahteraan nelayan akan terus meningkat,” demikian Muhammad Amin.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API (12/12/2017) - Kepedulian tinggi terhadap Gerakan Pramuka selalu ditunjukkan Pemkab Rokan Hilir (Rohil), dengan berkecimpung langsung pada setiap iven digelar oleh mereka.

Dimulai dari kabupaten hingga kecamatan dan desa, dilibatkan stakeholders dari pejabat terkait menjadi Pembina pramuka. Dari segala sektor harus berkecimpung mendukung tumbuh kembang pengembangan keakfitan pada kegiatan Pramuka.

http://www.beritarohil.com/
Keberadaan dunia kepanduan Pramuka memiliki peranan sangat penting dalam mencetak generasi muda, dalam hal ini pelajar untuk bisa menjadi generasi terampil menghadapi berbagai tantangan. 

Bisa dilihat dari berbagai latihan kemampuan, penanaman sikap disiplin dalam menerapkan ketentuan berkaitan dengan dunia Pramuka termasuk bagaimana merespon situasi lingkungan membutuhkan sikap mental teruji, tidak mudah menyerah.

Dalam Gerakan Pramuka, seseorang dibina untuk bisa menjadi terampil sekaligus ahli, bukan hanya dalam hal berkaitan dengan praktik saja, tapi langsung pada penerapan atau aplikasinya di lapangan. Banyak tokoh besar lahir karena sebelumnya berkecimpung di dalam Gerakan Pramuka sejak dini.

http://www.beritarohil.com/
Bisa dikatakan untuk menjadi seorang pemimpin itu harus tangguh dan banyak teorinya. Peranan Pramuka sangat baik untuk mencetak generasi muda yang mampu berdikari karena diajarkan bagaimana bersikap mandiri sejak duduk di bangku sekolah. 

Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno melalui Sekdakab Drs Surya ARfan MSi, Ketua Kwarcab Pramuka Rohil menilai, peranan Pramuka itu sangat penting dan dirasakan langsung bagaimana dampaknya dalam membangun semangat, mental, jiwa karsa dan gotong-royong dalam satu kelompok sehingga belajar dari kelompok kecil sehingga bisa menyumbangkan peran yang lebih besar bagi masyarakat luas.

“Giat pramuka cukup banyak dilaksanakan oleh pengurus ini membuktikan tingkat keaktifan sangat baik,” ungkapnya.

Sasaran kegiatan kerap dilaksanakan di bumi perkemahan seperti kegiatan Gladian Pinru tingkat SD dan SMP Kwaran 0410.04 Gerakan Pramuka Rimba Melintang di Bumi Perkemahan Datuk Comel, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, tahun ini.

http://www.beritarohil.com/
Sudah seharusnya juga semua Kwartir Ranting (Kwaran) membuat kegiatan Gladiun Pinru ini, karena setiap gudep dan pimpinan regu itu perlu dilatih agar dapat memiliki keterampilan dari anggotanya.

Wakabina Muda yang membuka acara itu mengatakan, untuk pelatihan Gladian Pinru merupakan kewenangan dari Kwaran. Sebab, jika Kwaran tidak membuat kegiatan itu maka tidak akan bertambah pula ilmu yang didapat.

Banyak kegiatan yang bersifat membangun dari kegiatna pramuka adapun kegiatan berupa orientasi dan dinamika kelompok, upacara pembukaan latihan, ishoma, kepemimpinan, sholat subuh berjamaah, kultum, olahraga senam, kegiatan pribadi, upacara pembukaan apel pagi, PBB, diskusi membentuk tim, pionering, heking persiapan api unggun, upacara penurunan apel sore, upacara api unggun, kerja bakti dan lainnya.

Dampak lebih jauh yang bisa dirasakan dari aktif dalam kegiatan pramuka adalah bagaimana kegiatan ini merupakan mampu melatih anak pramuka menjadi pemimpin.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Keberadaan masjid memiliki peran sentral bagi kehidupan seorang muslim. Kenyataannya masjid bukan hanya tempat Beriibadah semata-mata saja, melainkan juga banyak aspek dalam kegiatan kehidupan muslim berkaitan dengan keberadaan masjid.

Bukan hanya berkaitan dengan masalah hubungan vertikal atau keilahiahan saja, masjid juga tempat bagi ummat bertemu dalam konteks hubungan horizontal atau hubungan sosial.

Banyak permasalahan keduniawiaan yang bisa dipecahkan dengan memberdayakan fungsi masjid mulai persoalan permasalahan ekonomi, sosial, kebudayaan dan berbagai aspek lainnya.

http://www.beritarohil.com/
Dengan berbagai peran penting yang terdapat dari keberadaan masjid tidak bisa dipungkiri lagi bila masjid memang benar-benar difungsikan sesuai dengan manfaatnya akan dapat mendorong tumbuh kembangnya generasi muda yang Islami.

Islami dalam pengertian secara global memiliki pemikiran terhadap keagamaan yang baik sekaligus memiliki pandangan solutif terhadap persoalan di lingkungannya masing-masing.

Generasi muda yang baik tidak terlepas dari pengaruh keberagamaan baik pula. Hal itu tercermin dari sejauh mana kepedulian terhadap masjid.

Sekdakab Rokan Hilir, Drs Surya Arfan MSi menegaskan pentingnya gerakan cinta masjid dalam rangka mewujudkan generasi muda Islami dimana gilirannya bisa mewujudkan tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

Pernyataan Sekdakab ini menunjukkan pentingnya memperhatikan sekaligus memfungsikan peranan masjid dan itu sesuai pula dengan kepercayaan yang diperoleh oleh Sekdakab dengan menjadi sebagai Ketua umum pengurus Masjid Raya Al-Ihsan Bagansiapi-api.

http://www.beritarohil.com/
Sekda Surya Arfan langsung menyusun sejumlah program memajukan Masjid Raya Al Ihsan. "Ada beberapa program sudah disiapkan. Di antaraya menanamkan cinta masjid sejak usia dini,’’ ujar Surya.

Sasarannya untuk merealisasikan program menanamkan cinta masjid ini, lanjut Surya, yakni kalangan anak-anak. Programnya seperti melaksanakan Magrib Mengaji maupun yang lain khususnya berhubungan dengan keagamaan.

"’Kita coba bagaimana menanamkan sikap bagi anak-anak agar bisa betah datang ke masjid,’’ kata Surya.

Program lainnya, lanjut Surya, membenahi dan menata fasilitas yang ada. Sehingga keberadaan Masjid Raya Al-Ihsan, di Jalan Pahlawan, kondisinya tidak sempit lagi. Gilirannya, para jamaah bisa merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah.

Di sisi lain ia mengakui jabatan telah diembannya sudah terlalu banyak. Selain sebagai Sekda Rohil, juga Ketua PMI Rohil, Ketua Kwarcab 014 Rohil, Ketua IPHI Rohil. ’’Jabatan itu amanah. Dan saya mencoba melaksanakan amanah itu,’’ terang Surya.

http://www.beritarohil.com/
Untuk merealisasikan semua agenda sudah diprogramkan, tambah Surya, tentu tidak bekerja sendiri. ’’Pengurus Masjid Raya Al Ihsan yang dilantik itu banyak. Jadi, kita realisasikan program itu bersama-sama,’’ ujar Surya.

Guna menanamkan gerakan cinta masjid sejak dini, lanjutnya, tidak terlepas dari adanya peran perhatian dari orang tua untuk dapat menumbuhkan kesadaran kepada generasi atau anak mereka agar bisa mencintai masjid.

Bukan hanya untuk aspek melaksanakan kegiatan ibadah saja tetapi juga dapat mengimplementasikan semangat yang ada dari peranan masjid yang terbukti menjadi sumber dari tumbuh berkembangnya peradaban di dunia.

Sekdakab menerangkan keberadaan masjid jangan sampai hanya tinggal sebagai sebuah bangunan yang tak difungsikan

Banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan di masjid namun dengan catatan harus melibatkan seluruh pihak yang terkait terutama dalam hal ini adalah pengurus masjid yang memiliki tugas utama untuk memakmurkan masjid.(roi12)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui dinas perikanan (Diskan) berupaya dengan maksimal untuk mensejahterakan kehidupan para nelayan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan perikanan program budidaya dan tambak kerang.

Hal ini terbukti dengan adanya unit pengembangan atau balai benih ikan yang salah satunya terletak di daerah kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih Sedinginan dan rencana pembangunan UPT Pembenihan Kerang di Kecamatan Sinaboi.

http://www.beritarohil.com/
Demikian dikatakan Kadiskan Rohil, M Amin SPi, di Bagansiapiapi. Ia mengatakan kalau Pemkab Rohil melalui pihaknya memang memprioritaskan pada program budidaya perikanan mengingat kegiatan tersebut terbukti sangat efektif untuk dilaksanakan.

Apalagi sebutnya hasil perikanan yang cepat berkembang. Gilirannya kalangan nelayan yang mengiatkan program budidaya akan mengalami peningkatan kesejahteraan secara signifikan.

"Kalau saya memang ingin fokus pada kegiatan budidaya perikanan, selain didukung oleh ketersediaan benih disamping itu areal untuk budidaya juga ada,” kata Amin. Ia juga menyebutkan kalau saat ini sektor perikanan tangkap di Rohil telah menunjukkan tren penurunan. Tidak mungkin bisa mengandalkan terus dari perikanan tangkap tersebut meskipun memang diakui bahwa Bagansiapiapi pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di dunia pada era 1980-an.

Beberapa jenis ikan yang prospek untuk dibudidaya katanya seperti Nila, Patin, Selais, dan lain-lain. Bukan hanya untuk kategori perikanan air tawar atau sungai, pihaknya juga telah mengembangkan potensi budidaya untuk perikanan air asin. “Untuk budidaya perikanan air asin seperti ikan Senangin yang kita pusatkan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika),” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pembenihan kerang di Kecamatan Sinaboi saat ini sebutnya masih menunggu tindaklanjut dari Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) RI. Pasalnya, Pemkab rohil dalam hal ini hanya menyiapkan lahan seluas 3 hakter (Ha) dan pembangunannya dilakukan oleh pihak KKP.

http://www.beritarohil.com/
"Lahan sudah kita siapkan seluas 3 hektar sesuai permintaan KKP melalui Dirjennya. Sesuai keinginan dari Bupati Suyatno, pembangunan UPT pembenihan kerang itu lebih bagus dipusatkan di Kecamatan Sinaboi mengingat di kecamatan itu selain lokasinya sangat strategis juga memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah," kata Amin.

Ia mengatakan kalau sejauh ini pemkab Rohil telah mengirimkan surat resmi kepada dirjen KKP bahwa lahan untuk pembangunan UPT pembenihan kerang sudah disiapkan dan akan dihibahkan jika pihak KKP sudah setuju atas lahan yang kita sediakan tersebut.

"Sebenarnya lahan yang kita siapkan itu ada ditiga kecamatan yakni Bangko, Palika, dan sinaboi. Akan tetapi Bupati lebih memilih kecamatan Sinaboi. Namun demikian, itu tergantung dari keinginan pihak KKP. Jika memang tidak sesuai di Sinaboi maka pembangunannya bisa kita alihkan di Kecamatan Bangko atau Palika," ujar Amin.

Kendati telah mendapatkan jatah pembangunan UPT pembenihan kerang, Pemkab Rohil tentunya juga mengharapkan pihak KKP menyiapkan tenaga teknisnya. "Jika rencana ini nantinya terwujud tentunya akan mempermudah masyarakat penambak kerang mendapatkan benihnya dan tidak lagi bertungkus lumus mencari bibit di sekitaran muara sungai,"pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun depan akan membudidayakan udang galah. Pasalnya, jenis udang itu selain memiliki potensi untuk dikembangkan juga hasilnya juga sangat menjanjikan. Selama ini jenis udang yang memiliki capit panjang berwarna biru itu menjadi salah satu sumber tangkapan nelayan tradisional hanya untuk dikonsumsi dan sebagainnya lagi dijual kepada yang berkantong tebal karena harganya cukup mahal. Hal ini tidak kemungkinan dapat di ekspor ke luar daerah.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kadiskanlut Rohil, M Amin Spi, belum lama ini di Bagansiapiapi. Ia mengatakan, Jenis udang yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi ini banyak terdapat disepanjang sungai rokan, salah satunya disungai yang ada dikepenghuluan Jumrah, kecamatan Rimba Melintang. Udang-udang itu biasanya dijual oleh nelayan disepanjang jembatan penghubung antara kota bagansiapiapi - Ujung tanjung.

http://www.beritarohil.com/
Ia juga mengakui kalau potensi jenis udang galah kalau dibudidayakan hasilnya sangat menjanjikan. Makanya kita berencana pada tahun 2017 mendatang akan kita upayakan untuk membuat program pengembangan budidaya tersebut. "Kita yakin budidaya itu sangat cocok dan hasilnya menjanjikan, makanya pada anggaran APBD 2018 mendatang kita minta pihak kepenghuluan agar mengusulkan program tersebut kepihak kecamatan agar bisa dibahas melalui Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang)," Pinta Amin.

Jika tidak disikapi dengan melakukan tindakan budidaya secara berkala maka tidak tertutup kemungikanan kedepan habitat udang Galah mengalami kelangkaan. Pasalnya terus terjadi penangkapan udang tanpa dibarengi dengan budidaya disamping itu kondisi sungai sangat rentan terkena limbah seperti pengunaan pupuk untuk tanaman, limbah rumah tangga maupun industri," Pungkasnya sembari mengatakan harga udang galah perkilogramnya mencapai Rp200 ribu.

Tidak udang saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) juga bakal menjadikan Kecamatan Sinaboi sebagai sentral budidaya kerang. Pasalnya, selain daerahnya memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah juga memiliki potensi kerang yang berkualitas tinggi. Bahkan, pihak kecamatan setempat mengklaim kalau kerang didaerahnya lebih bagus kualitasnya jika dibandingkan kerang yang berada dikecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

Demikian hal ini diutarakan oleh Camat Sinaboi, Abdul Hamid SH, di Bagansiapiapi.  Menurutnya, kerang sinaboi masih sangat banyak dan memiliki kualitas tinggi, jika dikembangkan sebagai sentral budidaya maka sangat diyakini perekonomian masyarakat akan meningkat. Agar hal itu terwujud, pihaknya bersama masyarakat akan mengusulkan pembekoan bibir pantai sepanjang 2,5 kilometer kedinas perikanan dan kelautan (Diskanlut) Rohil agar kapal nelayan bisa bersandar dibibir pantai.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan Menteri KPP, Susui Pujiastuti bersama Bupati Rohil, H Suyatno akan kesinaboi pada bulan Mei 2016 mendatang, Untuk menyambut kedatangan rombongan itu pihaknya telah menyiapkan sebanyak 60 nelayan untuk melakukan penangkapan ikan seputaran perairan sinaboi dengan tujuan agar mentri KPP tau kalau sinaboi memiliki Potensi perikanan, "kata Hamid.(roi11)

ROKAN HILIR, SINABOI - Belajar dari berbagai persoalan yang dihadapi, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Hilir) belakangan ini merumuskan dalam mengatasi persoalan ternyata memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Makan, dengan memanfaatkan SDA, Pemkab Rohil terus mengembangan dunia pendidikan. 

Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Rokan Hilir secara umum ternyata tidak hanya SDA yang dapat diperbaharui saja, tetapi terdapat pula SDA yang tidak dapat diperbaharui. Berangkat dari itu, Pemkab Rohiil telah memikirkan bagaimana mengatasi SDA yang semakin hari bisa mengalami penyusutan bahkan habis. Oleh karena, Pemkab Rohil memberlakukan percepatan peningkatan kualitas SDM dengan tujuan dapat mengatasi masalah ke depannya menyangkut SDA itu sendiri. 

"Untuk menjawab tantangan, perlu adanya peningkatan SDM di Rokan Hilir. Makanya belakangan ini Pemkab Rohil terus melakukan berbagai macam terobosan-terobosan yang telah dilaksanakan maupun yang sedang digesa untuk percepatan pendiriannya. Untuk yang telah dilaksanakan, telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Rokan Hilir dengan keberadaan Kampus Institut Pemeirntahan Dalam Ngeri (IPDN) di Ujung Tanjung. Sedangkan untuk percepatan pembangunan lainnya yang mengakomodir kepentingan dan sumber daya daerah didirikanlah Akademi Komunitas Keunggulan Lokal," sebut Wakil Bupati Rokan Jamiluddin. 

Sehingga, sambung Jamiluddin, upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut, jelas Annas, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memfokuskan pada empat pilar pembangunan utama, yakni, perluasan akses layanan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, relevansi dan daya saing, serta akuntabilitas pemerintahan yang bersih. 

"Perlunya perencanaan yang matang dalam mempercepat pembangunan adalah tujuan utama pemerintahan yang bersih. Terutama, memfokuskan pada aspek pemberantasan kemiskinan dan kebodohan yang terus dilakukan Pemmkab Rohil. Mempercepat penyediaan infrastruktur dan pengembangan pendidikan. Kemudian memperhatikan dan mengembangkan pembangunan bidang keagamaan," urainya.

Selanjutnya, pembukaan akses wilayah daerah-daerah terpencil merupakan program praktis Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersamaan dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM yang andal. 

"Upaya peningkatan SDM memang menjadi target utama dalam pengentasan kemiskinan. Karena, kemiskinan tak lepas dari kebodohan. Berangkat dari itulah Pemkab Rohil terus berupaya memanfaatkan SDA untuk meningkatakan SDM putra/putri Rokan Hilir. Karena, SDA kita (Rohil) ini sangat kaya, kenapa tidak terus digali untuk kepentingan meningkatkan SDM. 

Di samping itu, memfokuskan pemerintahan yang baik melalui empat pilar yang diemban Pemkab Rohil, seluruh SKPD tidak boleh lari dari koridor itu. Sehingga, mengutamakan peningkatan kualitas layanan prima kesehatan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan itu sendiri," sambung Bupati Rohil H Suyatno. 

Dirinya menjelaskan, kebijakan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. jika dipandang dari sudut infrastruktur, maka kebijakan yang berkontribusi langsung pada peningkatan sumber daya alam manusia, telah dituangkan kedalam kualitas SDM masyarakat dan tenaga kerja khususnya yang berbasis kepada kopetensi. 

Membangun sarana dan prasarana pendidikan dengan membangun jaringan kesehatan untuk meningkatkan derajat masyarakat yang sehat melalui upaya pencegahan dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. "Pemkab Rohil juga terus membangun sarana dan prasarana olah raga, membangun sarana ibadah, membangun sarana dan prasarana aparatur kecamatan, membangun sarana dan prasarana kesehatan kecamatan," tegas Suyatno.

Dari sejumlah aspek di atas, Pemkab Rohil menuangkannya lagi ke dalam program percepatan guna menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Pembangunan sarana dan prasarana sekolah dilengkapi dengan sarana penunjang seperti laboratorium dan perpustakaan. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana kesehatan diiringi dengan peningkatan layanan kesehatan. Selanjutnya meningkatkan kompetesi tenaga pendidik dibarengi dengan sarana olah raga, pembangunan mesjid kecamatan, pembangunan pusat perkantoran kecamatan dan pembangunan puskesmas rawat inap disetiap kecamatan," papar Bupati Rohil Suyatno.(roi11)

ROKAN HILIR, PUJUD - Kabupaten Rokan Hilir dikenal kaya akan ragam budaya dan obyek kepariwisataannya. Memiliki luas wilayah mencapi 8.941 km² dengan jumlah penduduk mencapai 700 ribu jiwa lebih. Negeri berjuluk seribu kubah ini awalnya dibuka oleh warga etnis tionghoa pada zaman penjajahan belanda.

Bukan hanya itu Rokan Hilir banyak menyimpan kekayaan budaya bernilai tinggi yang masih dianut secara turun temurun, seperti Ritual Bakar Tongkang yang menjadi agenda wisata tahunan. Bakar Tongkang selalu menjadi pusat perhatian wisatawan lokal dan mancanegara, bahkan setiap tahunnya kegiatan ini mampu menarik jumlah wisatawan dari Jakarta, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok. 

Seiring dengan perkembanganya, pemerintah daerah menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai event sumber pariwisata serta promosi daerah. Kini, jumlah obyek wisata itu terus bertambah dan diminati para wisatawan baik lokal maupun luar. Dan ini tidak terlepas peran Pemerintah Daerah yang terus membenahi pembangunan dibidang kepariwisataan untuk terus ditingkatkan. Semua ini tentunya bertujuan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah agar lebih signifikan lagi.

"Pemerintah daerah terus meningkatkan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpangan antar laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya. Pentingnya pelabuhan ini dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Jemur dan daerah lain," kata Bupati Rohil H Suyatno, memaparkan ragam budaya dan objek wisata di Rokan Hilir. 

Kegiatan rutinitas tahunan Bakar Tongkang awalnya dilakukan dengan mengarak replika kapal tongkang menuju areal pembakaran di Jalan Perniagaan. Biasanya tradisi ini dilakukan sebagai penyampaian ucapan rasa syukur, pengharapan, keselamatan, dan kesejahteraan yang lebih besar setiap tahunya.

Dalam pelaksanaan ritual bakar tongkang, masyarakat etnis Tionghoa Bagansiapiapi selalu menyertakan patung Ki Hu Ong Ya (dewa laut) atau dewa penyelamat. Dalam kisahnya ratusan tahun lalu, ketika itu masyarakat tionghua yang tersesat dilaut sampai ditanah harapan (Bagansiapiapi) berlayar mengarungi lautan diselamatkan dari kesesatan

Kapal tongkang replika yang diarak ratusan masyarakat etnis tionghoa menuju lokasi pembakaran dipercaya akan membawa rezeki besar bagi masyarakat. Kapal yang dibakar diatas ratusan tumpukan kertas tersebut menyiratkan pesan dan kepercayaan pengaisan rezeki kedepan. Bahkan dipercaya jika tiang kapal jatuh kedarat berarti rezeki masyarakat banyak dimulai dari daratan, dan begitu sebaliknya jika tiang kapal jatuh kearah laut.

Dari sisi ekonomisnya, ritual bakar tongkang membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat setempat. disamping itu, pemerintah daerah turut mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan iven kepariwisataan didaerah dalam mengakat potensi wisata didaerah sehingga mampu menjadi objek wisata dunia khususnya. "Ini terus kita dukung, pelaksanaan ritual bakar tongkang merupakan objek wisata dan budaya yang harus dilesatrikan. Saya pikir dengan mengangkat potensi pariwisat daerah mampu mendongkak perekonomian masyarakat, dan invetasi daerah" kata bupati

Beragam budaya dan objek wisata tersebut ternyata menjadi tujuan menarik bagi wisatawan dan investor, seperti lokasi rekreasi keluarga di perkantoran Batu Enam Pinggir Sungai Rokan, Pulau Pedamaran, Pulau Jemur, Pulau Tilan, Danau Napangga dan Objek wisata Bono Rokan,"Selain itu juga, dikembangkan kawasan baru pengembangan kota Bagansiapiapi di Batu Enam Bagansiapiapi. Di lokasi ini direncanakan pembangunan pusat pemerintah dengan arsitektur bernuansa "Kubah" pada setiap bangunannya dengan menghadap muara sungai Rokan," jelasnya.

Selain itu, adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya. "Kita juga memiliki situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainya yang menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat Ikan Arwana serta Komunitas suku aslinya," sebut bupati.

Seperti dikatakan satu penyelenggara Wisata Pulau Jemur and Rantau Bais Village, Amriyadi Bahar, Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi penyajian nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya. 

"Untuk itu, peran pihak swasta yang menggeluti sektor ini juga sangat kita nantikan. Karena, bisnis kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir akan maju dan akan menjadi salah satu sektor primadona di kemudian hari. Untuk wisata budaya, primadonanya adalah Ritual Bakar Tongkang yang merupakan acara tradisional masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi," sebutnya.

Selain itu, Pulau Jemur dan kampung bahari Rantau Bais bakal menjadi obyek tujuan wisatawan luar. pihaknya sudah kebanjiran peserta wisatawan yang siap bakal dipandu. "Sebagai penyelenggara kegiatan, akhir Maret ini kita akan memandu puluhan wisatawan luar untuk menjelajahi obyek wisata di Rohil seperti Pulau Jemur dan Rantau Bais. Meski baru pertama kalinya kita menggelar kegiatan ini tetapi pesertanya sangat antusias," tuturnya.

Sejalan dengan pengembagan objek wisata, Wakil Bupati Rohil, Jamiluddin menerangkan, Pemkab Rohil memiliki program besar dalam mewujudkan pembangunan daerah. Salah satu program prioritas adalah pengembangan infrastruktur jalan lintas pesisir mulai dari Jembatan Pedamaran I dan II di Kecamatan Bangko hingga ke daerah pesisir Rohil. 

Lokasi wisata lokal yang sudah masuk dalam perencanaan tersebut adalah di Pulau Pedamaran, lokasinya tepat berada ditengah yang dihubungkan oleh kedua jembatan. Pemadangan indah di hilir laut nantinya dapat dinikmati masyarakat sebagai objek wisata bahari dan kepulauan. "Termasuk Danau Janda Gatal. Sampai sekarang sejak beberapa tahun belakangan saja jembatan pedamaran sangat diminati pengunjung. Jika jalan lintas dari dan ke jembatan Pedamaran ini nantinya selesai dan difungsikan, akan banyak warga yang datang baik sekadar melihat, melintas dan bahkan menikmati keindahan sekeliling lokasi jembatan maupun kemegahan jembatan ini," terangnya.

 "Makanya, pantas jika daerah ini dimanfaatkan sebagai lokasi wisata. Dipingiran jembatan terutama mau masuk dari arah Bagansiapiapi akan dibangun tempat-tempat rekreasi untuk memperindah jembatan. seperti tempat-tempat berjualan makanan dan minuman bagi pedagangan," sambung Jamiluddin. 

Disamping itu, upaya menambah daya tarik pengunjung berwisata, pemerintah daerah tengah serius menggarap Ceng Beng (sembahyang kuburan), Imlek dan Cap Go Meh dan lainnya. Upaya memacu laju potensi kepariwisataan tersebut, pemerintah daerah membuat program kampanye Sadar Wisata sejak tahun 2013, yang intinya mengiatkan wisata sebagai bagian untuk memberi manfaat kesejahteraan bagi Rakyat.

Dari kenyataan yang ada, terdapat obyek pariwisata yang cukup banyak tersebar di tiap kecamatan se-Rohil. Itu semua tinggal dipoles agar memenuhi standar kepariwisataan yang tepat. Ia menambahkan, Kabupaten Rohil banyak memiliki objek wisata andalan daerah, seperti objek wisata tiang bubu diperairan sungai rokan, wisata bono di sungai rokan, wisata bouting di Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih dan wisata pemandian air panas di Desa Tangga, Kecamatan Pujud.(roi11)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman didampingi Bupati Rokan Hilir H Suyatno restocking atau penebaran benih Ikan Baung sebanyak 58.000 di Sungai Rokan dan Pulau Tilan, Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (21/8/2017)

Gubri Arsyadjuliandi Rahman mengaku bangga bisa hadir bersilaturrahmi dengan masyarakat Kepenghuluan Rantau Bais.

http://www.beritarohil.com/
“Insya Allah kita doakan benih Baung ini akan bisa membantu masyarakat disekitar kepenghuluan ini. Sekurang-kurangnya tiga tahun lagi kedepan sudah bisa panen,” ujar Arsyadjuliandi Rahman.

Ia menjelaskan bahwa di Provinsi Riau terdapat empat sungai besar, yakni Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Siak dan Sungai Indragiri.

"Provinsi Riau ada empat sungai besar dan 800 lebih anak sungai di Riau, karena menebar benih, mudah-mudahan potensi ekonomi masyarakat akan terbangun lagi di sungai ini," tuturnya

Dia menilai bahwa sungai di Riau banyak manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya untuk transportasi ke hulu maupun ke hilir, tapi lebih daripada itu yang teristimewanya lagi sungai-sungai di Riau ini adalah banyak pusat kebudayaan pusat pengembangan agama dan jalur lintas wisata

“Ini terbukti di sekitar Sungai Rokan ini sudah bisa kita hitung tempat-tempat kegiatan keagamaan maupun peninggalan sejarah cukup banyak, mulai dari hulu sampai ke hilir. Inilah keistimewaan yang ada di Riau ini sebagai modal lintas investasi kunjungan wisata yang perlu dijaga terkhusus Sungai Rokan ini ,” sebut pria yang akrab di sapa Andi ini.

Melalui penebaran benih ikan ini, ia mengajak kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga sungai tersebut agar tetap terawat dan bersih banyak dikunjungan wisata dari luar.

“Jangan seperti sungai-sungai yang ada di provinsi-provinsi lain. Karena walau bagaimana pun Insya Allah ini akan menambah tempat kehidupan, masyarakat numpang hidup di sungai ini,” tuturnya.

Pada kesempatan dipenghujung acara juga dilakukan penyerahan santunan klaim asuransi dan Kartu Asuransi Nelayan (KAN) senilai Rp160.000.000.

http://www.beritarohil.com/
Selain itu dilakukann penyerahan bingkisan kepada 70 orang Khalifah alim ulama yang berasal di sekitar Sungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. 

Tim Keamanan kelokasi destinasi mengawasi lintas aliran air laut Pulau Jemur dikecamatan Pasir limau kapas (Palika) dalam operasi pengawasan orang Asing (Timpora ) patroli operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur hingga keperbatasan selat melaka selalu terjaga dan kondusif.

Patroli gabungan timpora guna mendeteksi pulau-pulau terdepan diindonesia mencegah dari terjadi masuknya warga negara asing melanggar ketentuan hukum khususnya perairan Rokan Hilir.

Bupati Rokan Hilir menyebutkan timpora melakukan kegiatan operasi gabungan dikawasan perairan pulau jemur perbatasan selat Melaka Malaysia.

Operasi Intansi Vertikal pihak Imigrasi Bagansiapiapi kegiatan berjalan aman dan kondusif lokasi disterilkan Keliling lintas air Perairan pulau jemur Pulau Tokong, Pulau Batu mandi, pulau kecil-kecil yang merupakan kawasan pulau arwah aset Rokan Hilir Provinsi Riau.

Bahkan patroli dilakukan oleh Timpora hingga keperbatasan perairan RI dan selat melaka malaysia.Selain misi pengawasan, Timpora juga melakukan kegiatan pelepasan 71 ekor Tukik (anak penyu, red) di Pantai Pulau Jemur Pulau Arwah.

Operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Rokan Hilir melakukan patroli di Perairan Pulau Jemur, Patroli itu untuk mendeteksi pulau terdepan Indonesia tersebut dari masuknya warga negara asing (WNA) keindonesia maupun hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Dikatakan Bupati H Suyatno bahwa laporan sudah terima operasi yang tim pihak Kantor Imigrasi Bagansiapiapi semua berjalan aman dan kondusif. Perjalanan dimulai sejak pagi hari dan tiba menjelang makan siang dan kembali bertolak ke Bagansiapiapi pada sore hari.

http://www.beritarohil.com/
Pengawasan dilakukan dengan berkeliling di Pulau Jemur, Pulau Tukong Mas dan Pulau Batu Mandi serta pulau-pulau kecil lainnya yang merupakan bagian dari Kepulauan Aruah. Bahkan sampai ke Perbatasan antara RI-Malaysia di Selat Malaka. 

"Kita apresiasi Timpora yang turun bersama pihak instansi terkait juga pihak pemda Rohil," kata Bupati.

Selain misi pengawasan juga tim diarahkan untuk melepaskan Tukik (Anak Penyu) secara serentak sekitar 71 ekor yang merupakan hasil penangkaran yang dilakukan di Pulau Jemur oleh Pihak Dinas Perikanan bersama Pos-Al dan Navigasi serta pihak Kepenghuluan Pulau Jemur, Kecamatan Palika, Rohil.

Habitat Penyu Hijau yang merupakan hewan langka dan dilindungi menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah daerah untuk melindungi agar habitatnya tidak punah.

"Sekarang ini tak benarkan lagi mengkonsumsi maupun menjual Telur Penyu, bahkan kita sudah pasang spanduk raksasa di Pulau Jemur lengkap dengan Undang-Undang serta sanksi yang akan diberikan apabila melanggar," tegas Sekda.

Saat ini Pemkab rohil melalui BUMD PD Sarana Pembangunan untuk mengajak masyarakat berwisata ke Pulau Jemur, bahkan sudah ada kapal khusus yang didatangkan dari Batam bolak-balik Bagansiapiapi menuju pulau jemur.

"Semoga dengan banyaknya yang datang baik berwisata maupun patroli yang dilakukan secara perlahan bisa mengetuk hati pemerintah pusat untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana Wisata Bahari kita yakni Pulau Jemur yang kita cintai ini ," harapnya.(roi11)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan oleh pemerintah pusat ke Kabupaten Rokan hilir (Rohil) untuk Keluarga Tidak Mampu (KTM) merupakan kegiatan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang sangat tepat sasaran. Kegiatan ini merupakan tahap tiga yang disaluran oleh Pemerintah Derah Rohil kepada KTM.

Untuk tahap ketiga ada sebanyak 8.806 Kepala Keluarga (KK) dari 16 kecamatan se Kabupaten Rokan Hilir.

KTM Penerima untuk kecamatan Palika (Panipahan) 1.290 Bangko 1234, Kubu 512, Batu hampar 276, Kubu Babu Salam (Kuba) 403, Bagan sinembah 891, Simpang kanan 223, Bangko Pusako 554, Tanah 668, Rantau Kopar 225, Pekaitan 228, Sinaboi 438, Rimba Melintang 221, Tanahp utih tanjung melawan 236, Tanjung Medan 428.

Kadis Sosial Dr Junaidi Saleh, Mkes mengatakan bahwa penyaluran PKH Rohil bagi peserta PKH Tahap ketiga menerima sebesar Rp500 Ribu. Penerima PKH tahap ketiga Se-Rohil berjumlah 8.806 kepala keluarga kurang mampu sebanyak 16 Kecamatan Total Rp 17.612 .000

Sistem penyaluran tunai melalui Bank mandiri memasuki tahap ketiga tahun ini. Penyaluran juga memilki dua Sistem, pertama tunai disalurkan 4 tahap lewat Bank mandiri Syariah sebesar Rp 500.000.

Penerima lansia dan disabalitas menerima Rp 500.000 penerima non tunai disalurkan mengunakan Elektronik warung telah ditentukan oleh Kemensos mengunakan kartu Kredit

Sementara Bagi peserta Non tunai belum dapat mengakses kartu E-warung masih membutuhkan akses IT Harapan pelayanan dan peserta penerima mengunakan Kartu Kredit kini masih membutuhkan persetujuan dan akses dari Kementerian Sosial .

Bupati Rohil H Suyatno mengatakan penyaluran PKH anggaran bantuan dari Kementerian Ke Bank Mandiri Syariah Rabu (2/8/2017) di Ujung Tanjung.

Dikatakan Bupati H Suyatno Bank Mandiri Syariah telah membantu kegiatan penyaluran kemasyarakat kurang mampu diwilayah Se-Rohil bagi Penerima agar dapat memanfaatkan dana Kementrian sosial tersebut untuk kepentingan sendiri, agar tidak lagi bergantung kepada orang lain.

Kepala Linjamsos Rohil, Nurjanah, ST menuturkan Program ini sejak tahun 2014 lalu untuk tahun 2017 Kementerian Sosial RI telah menyalurkan kemasyarakat kurang mampu dengan dibantu penyaluran pihak Kabupaten Rokan Hilir Total Rp.17.612.000.000, 16 kecamatan dikabupaten Rohil sesuai data yang telah diterima Kemensos.

Saat melauching dihadri dandim 0321 Letkol Arh Bambang Sukisworo, Ketua DPRD Rohil H Nasrudin Hasan, anggota DPRD Rohil Rusmanita, Kepala Linjamsos RI Nurjanah, ST, pihak Karyawan Bank Mandiri Syariah, Kepala Dinas, Badan dan pihak kecamatan Tanah Putih setempat.(roi11)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Suyatno Amp bersama rombongan kunjungi Pulau Jemur. Setelah melihat dari dekat, dia berjanji akan membenahi dan menjadikan gugusan pulau terluar itu menjadi salah satu objek wisata andalan yang akan di Kabupaten Rohil mendatang.

http://www.beritarohil.com/
“Banyak yang datang kemari, ini satu-satunya pulau terluar aset yang dimiliki Rohil, aset yang begitu indah, harus kita pertahankan, harus kita lestarikan,” demikian kata Bupati Suyatno ketika diwawancara di Pulau Jemur beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Bupati Suyatno, kedepannya Pulau Jemur akan diupayakan jadi kawasan wisata yang handal untuk wilayah Rokan Hilir.”Makanya secara tiba-tiba kita datang kemari, dengan mengajak masyarakat, kita tampilkan Pulau Jemur ini, biar masyarakat yang tinggal di Kota Medan dan lain sebagainya bisa menceritakan bagaimana Pulau Jemur itu,” katanya.

Terkait fasilitas, sekarang menurutnya sudah ada dermaga. Mungkin sarana dan prasarana yang lain baru penginapan, tapi tidak begitu banyak, harus kita lengkapi lagi, yang paling penting itu tower untuk telekomunikasi, karena kita saat ini telah putus komunikasi.

http://www.beritarohil.com/
“Perlu kita programkan betul-betul termasuk air bersih, listrik solar selt sudah ada, tapi yang penting tower dan air bersih,” tegasnya.

Bahkan impiannya juga membangun kereta gantung di Pulau Jemur seperti yang ada di Malaysia dan Singapure. Mewujudkan itu, Pemkab Rohil menurutnya membuka diri bagi investor yang berminat menanamkan modalnya. “Pemerintah daerah membuka diri, Welcome,” terangnya.

Sekilas tentang Pulau Jemur, Alam Wisatanya Rohil: Bupati bersama rombongan di P Jemur Pulau Jemur adalah salah satu Objek Wisata di Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). 

Meski Objek Wisata ini tidak begitu populer di Sumatera, tapi keindahan alam di Pulau ini tidak bisa di anggap sepele.

Nama Pulau Jemur juga lekat dengan istilah ‘Pak-ku’ yang dalam bahasa Hokkian berarti penyu dari utara. Istilah ‘Pak-ku’ hingga kini masih sering digunakan oleh para nelayan pesisir Riau.

http://www.beritarohil.com/
Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari Ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, dan 45 mil dari Negara Tetangga yakni, Malaysia, dan Provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur.

Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil Lainnya.

Pulau Jemur memiliki Pemandangan dan Panorama alam yang indah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, di samping iti Pulau Jemur dihuni oleh Spesies Penyu, dimana pada musim tertentu penyu-penyu itu naik ke pantai untuk bertelur satwa langka ini dapat bertelur sebanyak 100 sampai 150 butir setiap ekornya.

Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut, dan pantai berpasir kuning emas.

Bila dilihat dari potensi, letak dan posisi Pulau Jemur sangat cocok di kembangkan menjadi kawasan Resort, dimana berbagai kegiatan wisata sangat banyak untuk dapat dikembangkan di Pulau Jemur ini, diantaranya, berselancar, menyelam, dayung dan sebagainya.(adv-roi11)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) akan fokus untuk membenahi pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang kesehatan. Pembenahan itu dilakukan dengan cara melengkapi berbagai sarana dan prasarana baik fisik maupun non fisik. Meski demikian, bukan berarti dalam bidang lainnya seperti pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan ditinggalkan, akan tetapi tetap dilakukan pembenahan secara bertahap, termasuk di bidang pendidikan.

http://www.beritarohil.com/
"Kita tetap berkomitmen untuk membenahi seluruh sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini lain tidak lain tujuan utamanya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Rohil, baik itu di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya sebagainya,'' kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp., belum lama ini.

Semua pembenahan pelayanan ini dilakukan setiap tahunnya hingga persoalan itu bisa mendekati angka beberapa persen dalam pelaksanaan penuntasannya. Setelah berbagai ruas jalan dan jembatan sudah mantap, maka akan dilanjutkan ke bidang kesehatan dan pendidikan yang sampai saat ini masih juga terus berjalan. Hingga saat ini Pemkab Rohil melakukan pembangunan Puskesmas Rawat Inap (PRI) di 18 kecamatan yang ada di Rohil. Bahkan, di setiap PRI itu disediakan ruangan khusus untuk keluarga (VIP) agar masyarakat yang berobat lebih nyaman.

"Namun demikian kita tentunya terlebih dahulu melengkapi berbagai fasilitas termasuk tenaga dokter spesialis yang saat ini masih kurang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rohil dr Junaidi Saleh M.Kes waktu itu, mengatakan bahwa saat ini Pemkab Rohil telah menjadikan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada level Puskesmas Rawat Inap. Keberadaanya tersebar pada beberapa kecamatan dan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, terutama pada kawasan yang jauh dari RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi.

"Kita upayakan semuanya rawat inap, namun secara bertahap akan kita realisasikan menyesuaikan dengan anggaran yang ada dan ketersedian tenaga medis," katanya.

http://www.beritarohil.com/
Junaidi menjelaskan bahwa dari 19 puskemas yang ada di Rokan Hilir, sembilan diantaranya merupakan Puskesmas Rawat Inap, rinciannya, Kecamatan Rimba Melintang, Puskesmas Rawat Inap Rimba Melintang, Kecamatan Bangko Pusako, Puskesmas Rawat Inap Bangko Kanan dan Puskesmas Rawat Inap Bangko Jaya, Kecamatan Tanah Putih, Puskesmas Rawat Inap Sedinginan, Kecamatan Pujud, Puskesmas Rawat Inap Pujud, Kecamatan Kubu Babussalam, Puskesmas Rawat Inap Kubu, Kecamatan Bagansinembah, Puskesmas Rawat Inap Baganbatu, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Puskesmas Rawat Inap Panipahan.

Sedangkan sepuluh puskesmas yang belum menjadi puskesmas rawat inap yakni Kecamatan Bangko, Puskesmas Bagansiapiapi dan Puskesmas Bagan Punak, Kecamatan Pekaitan, Puskesmas Pekaitan, Kecamatan Bagansinembah, Puskesmas Balai Jaya, Kecamatan Simpang Kanan, Puskesmas Simpang Kanan, Kecamatan Sinaboi, Puskesmas Sinaboi, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Batu Hampar, Puskesmas Bantaian, Kecamatan Rantau Kopar, Puskesmas Rantau Kopar dan Kecamatan Tanjung Medan, Puskesmas Tanjung Medan.

http://www.beritarohil.com/
Yang membedakan antara puskesmas dengan puskesmas rawat inap berpedoman kepada yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, diantaranya Ruang Pelayanan dan Alkes, Standar Tenaga Minimal.

Ruang Pelayanan dan Alkes, Puskesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Gawat Darurat dengan Alkes Set Gawat Darurat, sedangkan puskesmas hanya Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis/Gawat Darurat, memiliki Ruang Kesehatan Ibu dan Imunisasi dengan Alkes Set Pemeriksaan Anak dan Set Imunisasi, memilki Ruang Kesehatan Ibu dan KB, dengan Alkes Set Pemeriksaan Ibu dan Set Pelayanan KB, sedangkan puskesmas hanya disediakan satu ruangan, Ruangan Kesehatan Ibu dan KB.

http://www.beritarohil.com/
"Pukesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis, sedangkan puskemas tidak memiliki ruangan ini, memiliki Ruangan Rawat Inap dengan Alkes Set Rawat Inap, sedangkan puskesmas tidak ada," jelas Junaidi.

Selain itu, ada persamaan antara puskesmas rawat inap dengan puskesmas, diantaranya sama-sama memiliki Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Alkes Set Kesehatan Gigi dan Mulut, memiliki Ruangan ASI dengan Alkes Set ASI, memiliki Ruangan Promkes dengan Alkes, memiliki Ruangan Farmasi dengan Alkes Set Farmasi, memiliki Ruangan Persalinan dengan Alkes Set Obstetri dan Ginekologi, Set Insersi dan Ekstraksi AKDR, Set Resusitasi Bayi, memiliki Ruangan Pasca Persalinan Bayi dengan Alkes Set Perawatan Pasca Persalinan, memiliki Ruangan Laboratorium dengan Set Laboratorium dan memiliki Ruangan Sterilisasi dengan Alkes Set Sterilisasi.

Ia menambahkan, untuk Puskesmas di Ibukota Bagansiapiapi terdapat 2 Puskesmas dan keduanya belum rawat inap. Hal ini mengingta di Bagansipiapi sudah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr RM Pratomo yang terletak di Jalan Pahlawan.

"Kalau Bagansiapiapi ada RSUD jadi kalau pasien dirawat bisa langsung ke rumah sakit, namun kedepan juga akan kita upayakan agar bisa rawat inap," pungkas Junaidi.(adv-roi10)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau terus menggesa pembangunan jalan lintas pesisir sebagai upaya untuk meningkatkan akses dan kemudahan lalu lintas bagi masyarakat. kawasan pesisir tersebut akan menitikberatkan perhatian untuk perbaikan infrastruktur diwilayahnya, karena daerah tersebut masih identik sebagai kantong kemiskinan di Kabupaten Rohil.

http://www.beritarohil.com/
Pasalnya, mayoritas masyarakat didaerah pesisir bergerak disektor perkebunan, pertanian dan kelautan, namun tingkat kesejahteraan masyarakat tidak kunjung membaik. Salah satu faktor terhambatnya adalah karena infrastruktur publik yang masih buruk, baik dalam hal infrastruktur jalan, penerangan, listrik, air bersih, pendidikan dan kesehatan. untuk itu pembangunan lintas pesisir tesebut solusi untuk menutupi kemiskinan itu.

"Masalah ini saya perhatikan betul, jadi untuk pembangunan jalan lintas pesisir ini harus di gesa, kalau tidak tak berubah-ubah juga kehidupan masyarakat disana (lintas pesisir Rohil," ujar Bupati Suyatno dalam suatu kesempatan belum lama ini.

Seperti diketahui selama ini masyarakat di wilayah pesisir khususnya di Kecamatan Pasir Limau Kapas umumnya mengunakan transportasi laut untuk bepergian ke ibukota kabupaten di Bagansiapiapi. Salah satu jalan lintas yang mengalami peningkatan terdapat di lintas dari Kecamatan Kubu menuju Pasir Limau Kapas sudah dilakukan penimbunan dan sebagian pengerasan, bahkan semenisasi dan aspal.

Selain itu, jalan lintas Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam juga telah dilakukan peningkatan yang nantinya mempermudah akses lalu lintas yang ada termasuk dengan kecamatan yang berdekatan seperti Kecamatan Pasir Limau Kapas, Bagan Sinembah dan Simpang Kanan.

"Insya Allah dalam dua pekan lagi proyek jalan lintas pesisir ini sudah selesai, saya juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama demi pembangunan didaerah ini," beber Bupati.

Dikatakannya, pembangunan jalan lintas pesisir ini sangatlah penting demi kemajuan masyarakat terutama sekali bagi masyarakat didalam Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, bahkan nantinya bisa menunjang perekonomian masyarakat baik itu dibidang pengusaha, petani dan lainnya.

"Dengan demikian, tentunya kedepan akan lebih baik dalam perkembangan masyarakat yang ada diwilayah Kubu dan Kubu Babussalam, sekali lagi kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat bila nanti ada kesalahan dalam pengerjaan proyek bisa langsung menghubungi kami," katanya.

http://www.beritarohil.com/
Dalam segi anggaran, tahun ini Pemkab Rokan Hilir merasionalisasi Rp 812 miliar anggaranya pada APBD 2016 akibat penurunan penerimaan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas, red). Namun, untuk jalan lintas pesisir yakni Kecamatan Kubu dipastikan tetap dibangun dan tidak terkena rasionalisasi.

“Untuk Jalan Lintas pesisir khususnya seperti Kubu, kita berkomitmen membangunnya segera tuntas,” tegas Suyatno`

Sejumlah pertiimbangan menurutnya, kondisi Jalan Lintas Kubu ini sudah sangat parah dan perlu perhatian eksta, meski anggaran dirasionalisasi, jalan ini tetap menjadi prioritas. “Kubu belum merdeka,” kata Suyatno.

Berdasarkan catatan Jalan Lintas Kubu pada awalnya telah dianggarkan lebih Rp40 miliar tahun 2015, namun karena keterbatasan waktu, jalan ini ditunda pembangunannya pada tahun 2016. Tahun 2016, terjadi rasionalisasi anggaran, sejumlah DPRD Rohil asal Kubu mulai bereaksi, mereka tidak mau lagi Jalan Lintas Kubu digagalkan, sehingga mereka terus berupaya agar jalan ini dibangun.

Pemkab Rohil telah mengusulkan Ranperda Multi Year Pembangunan Jalan Kubu pada program legislasi daerah 2016, dan ranperda ini sedang dibahas DPRD sebagai payung hukum pelaksanaan pembangunannya dalam pelaksanaan pembangunan jalan pesisir ini, Bupati Rokan Hilir H Suyatno meninjau langsung pembangunan jalan lintas pesisir dari tugu elang Batu Enam menuju jalan lingkar ke Pelabuhan Nelayan Bagansiapiapi. Jalan lingkar sepanjang 6 km itu rencananya disiapkan sebagai jalan alternatif jalan masuk ke kota Bagansiapiapi.

Saat ini jalan yang menyisiri pesisir sedang ditimbun restu (Aucas-red). Di lapangan Bupati turut didampingi wakil Bupati H Jamiluddin, Sekda Surya Arfan, Kepala dinas/kantor dan para asisten.

Bupati dan rombongan memulai meninjau dari Batu Empat menuju Pelabuhan Internasional dilanjutkan meninjau Jalan Lingkar di dekat ujung pusat perkantoran tembus ke Pelabuhan Baru.

Jalan lintas pesisir ini dibangun sebagai sarana mempercepat terbukanya daerah terisolir menuju kota Bagansiapiapi. Sebelumnya Bupati Rohil H Suyatno bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir kembali memfokuskan pembangunan jalan lintas pesisir yang dilaksanakan dengan sistem tahun jamak atau Multi Years.

"Meski tahun ini terjadi defisit anggaran mencapai Rp812 miliar, kita tetap melaksanakan pembangunan jalan lintas pesisir," kata Bupati seraya mengulangi.

Menurutnya, pembangunan jalan lintas pesisir sebagai jawaban atas perbaikan infrastruktur jalan yang saat ini masih buruk dibeberapa kecamatan di Rokan Hilir. "Misal jalan penghubung yang menjangkau ke arah Pedamaran II, Kecamatan Pekaitan, Kubu, Kubu Babussalam sampai ke Panipahan kecamatan Pasir Limau Kapas," jelasnya.

Bupati berharap dengan sistem Multi Years diharapkan kualitas jalan yang dibangun sangat baik dan kuat apalagi mengingat lalu lintas masyarakat, jasa transportasi serta angkutan hasil perkebunan sangat tinggi dijalur tersebut. Pembangunan jalan lintas tersebut sudah menjadi komitmen pemkab untuk perbaikan infrastruktur yang menyeluruh, begitu juga dukungan dari anggota dewan.

"Selain itu Pemprov juga akan mengucurkan bantuan sekitar Rp142 miliar, tentunya kita usulkan untuk program skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan seperti Jalan Simpang Pujud-Bagan Sinembah, termasuk jalan lintas Bagan Sinembah-Simpang Kanan juga rusak parah. Jalan lintas seperti ini yang harus jadi prioritas kita bersama kedepannya," kata Bupati.

http://www.beritarohil.com/
Bupati dan rombongan juga meninjau kondisi pelabuhan Bagansiapiapi kondisinya saat ini rusak parah. Pelabuhan tersebut merupakan aset Pemerintah Propinsi Riau. Dilokasi tersebut bupati memerintahkan jajaranya untuk membuat surat ke Gubernur agar aset tersebut bisa diserahkan ke Pemkab Rohil.

"Apa salahnya, kita sama-sama plat merah, maju Rohil majunya Riau juga," tehasnya. Jalan ini lebih besar daripada jalan raya yang biasa digunakan menuju Bagansiapiapi.

Bupati juga mencoba menelusuri hinga ke Pelabuhan Baru menggunakan mobil. Ditargetka  tahun ini jalan tersebut akan selesai dan setiap ada iven maka dipastikan Bagansiapiapi tidak akan lagi macet. "Kalau biasa kan acara tempat kita ramai dan jalan-jalan dipusat Kota ramai jadi kalau ada jalan alternatif ini maka akan memperlancar lalu lintas," katanya.

Tak hanya itu jalan ini juga tembis ke Pelabuhan Bagansiapiapi sehingga bagi masyarakat yang ingin ke Pelabuhas bisa lebih cepat." Pungkas Bupati

Dengan bagusnya jalan lintas pesisiir, terangnya, akan bisa meningkatkan aktifitas perekonomian masyarakat mengingat selama ini hubungan transaksi perekonomian antar masyarakat di wilayah perbatasan itu telah berjalan dengan baik.

"Secara umum untuk pembangunan jalan lintas pesisir terhitung dari Pedamaran masuk ke Kecamatan Kubu, terus ke Sungai Daun, Panipahan dan tembus ke arah Tanjungbalai Asahan, Sumut. Jika jalan lintas pesisir sudah baik maka saya yakin pembangunan di pesisir yang selama ini masih tertinggal bisa lebih dipacu lagi," katanya.

Ke depan, katanya, prospek pengembangan infrastruktur itu bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Apalagi masih terdapat berbagai rencana pembangunan yang akan digesa pemerintah seperti pelabuhan dan bandara.

Kabarnya setiap tahun pembangunan jalan lintas pesisir itu masuk dari Pemerintah Provinsi Riau, namun  sepertinya belum ada kegiatan pengerjaan pembangunan jalan tersebut.

"Kami harap Pemerintah Provinsi Riau bisa memperhatikan apalagi Palika merupakan wilayah yang  berbatasan dengan provinsi lain," pungkasnya.(adv-roi10)
Diberdayakan oleh Blogger.